Mihrab
Selamatkan Generasi Muda dengan Syariat Islam
Menyiapkan generasi muda yang memahami Syari’at Islam merupakan sesuatu yang tidak diragukan lagi urgensitasnya.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Allah SWT telah mengingatkan secara jelas pentingnya mempersiapkan generasi muda yang kuat dalam berbagai sisi. Khususnya dalam pemahaman mereka terhadap Syari’at Islam.
Menyiapkan generasi muda yang memahami Syari’at Islam merupakan sesuatu yang tidak diragukan lagi urgensitasnya.
Ketua Kimisi B MPU Kota Banda Aceh, Tgk Bustamam Usman, SHI, MA., mengutuip sebuah Kitab Shafwatun Tafassir oleh Syaikh Muhammad bin ‘Ali bin Jamil Ash-Shabuni(Seoarang Ulama dari Aleppo-Syiria).
“Beliau menyebutkan, sesungguhkan generasi Islam yang unggul dan handal adalah mereka memiliki 10 karakter yang mulia,” katanya.
Antara lain: Sallimun ‘Aqidah (Aqidah yang bersih); Shahihun ‘Ibadah (Ibadah yang benar); Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh); Qawwiyun Jismi (Jasmani yang Kuat); Mutsaqqatul Fikri (Intelek berpikir); Mujahadah linafsi (berjuang lawan hawa nafsu);
Harisun ‘ala waktihi (Pandai menjaga Waktu); Manazanun fi su’unihi (Teratur dalam menyelesaikan urusannya); Qadirun ‘ala Kasbihi (Mandiri/Etos Kerja); dan Na’afi’un li’ghairihi (Bermanfaat bagi orang lain).
Baca juga: Cara Islam Cegah Wabah
Fenomena hari ini, kata Tgk Bustamam, banyak generasi muda yang tidak terjangkau pendidikan Islam sehingga mereka menjadi lahan empuk bagi pemahaman-pemahaman di luar Islam.
“Jumlah mereka lebih banyak dari yang terjangkau pendidikan Islam, sehingga lahirlah fenomena arus kejahilan yang mewarnai perilaku. Sehingga tidak mampu dikontrol oleh arus yang benar (Islam), dan realitas ini mempengaruhi semua aspek dan tatanan kehidupan,” kata Bustamam, yang juga dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Tanpa pemahaman yang kuat para remaja terhadap Syari’at Islam, maka ini akan memberi dampak terhadap kerusakan bangsa di berbagai sendi kehidupan.
Berbagai kerusakan dalam tatanan kehidupan bangsa dan negara terjadi di saat orang Islam melupakan akhirat, melupakan Allah, dan melupakan hal-hal ghaib yang ada dalam rukun Iman.
Dalam artian, rukun iman dan Islam tidak mampu mempengaruhi kehidupan dan perilaku.
Efeknya, berakibat pada munculnya gaya hidup yang materialis dan konsumtif, dan dengan menghalalkan segala cara yang pada akhirnya akan menggirinng pada sebuah perilaku yang menghilangkan budaya jujur dan amanah, rasa malu dan lain-lain.
Sesungguhnya, inilah penyebab utama kehancuran sebuah bangsa, Inilah akarnya. Maka pendidikan generasi muda harus menyeluruh memperoleh pendidikan fardhu ‘ain yang dengan standar memadai.
Baca juga: Simak, Awali Langkah Pagi, Ini Amalan Doa Agar Dibuka Pintu Rezeki & Keberkahan
Selanjutnya, generasi sebelum generasi remaja ini (generasi gagal syari’at) juga tidak bisa diabaikan, karena diharapkan dari penggiringan generasi tersebut menjadi fungsi kontrol bagi generasi muda.
Dalam hal ini, harus hadir sebuah kekuatan baru yang terjun menangani persoalan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-bustamam-usman-2122021.jpg)