Selasa, 12 Mei 2026

Video

VIDEO - Ibu Ini Jual Satu Bayi Kembarnya, Demi Beri Makan 7 Anaknya yang Lain

Si ibu menceritakan bahwa empat-lima bulan silam, ia melahirkan anak kembar, laki-laki dan perempuan -  sesaat setelah mereka meninggalkan lahan perta

Tayang:
Penulis: Syukrillah Al-Amin | Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM - Seorang ibu di Afghanistan menjual salah satu bayi kembarnya agar bisa memberi makan bayi lainnya di provinsi Jawzjan dengan imbalan $104 (Rp1,5 juta).

Dengan uang itu, ia berharap bisa memberi makan 7 anaknya yang lain, selama 6 bulan ke depan.

Keluarga petani ini tidak lagi bisa bertani sejak awal tahun akibat kekeringan yang berkepanjangan di Afghanistan.

Suami dan putra sulungnya pindah ke kota untuk bekerja sebagai buruh sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan.

Kisah tragis ini di ungkap oleh Save the Children, yang masih bertahan di tengah krisis kemanusiaan di negeri tersebut.

Si ibu menceritakan bahwa empat-lima bulan silam, ia melahirkan anak kembar, laki-laki dan perempuan -  sesaat setelah mereka meninggalkan lahan pertanian akibat kekeringan.

Awalnya mereka berencana membesarkan kedua bayi kembar tersebut, namun kondisi kemiskinan dan sulitnya bahan makanan, membuat kedua bayinya kelaparan.

Suaminya, 45 tahun, yang bekerja sebagai buruh mengatakan sedikit sekali lapangan kerja yang tersedia. Ia hanya dapat bekerja satu hari, kemudian menganggur hingga lima hari.

Upah kerja yang didapat sekitar $1 (sekitar Rp14.000), hanya cukup untuk makan dua hari saja.

Anak laki-laki tertua mereka kedua juga bekerja di pasar terdekat sebagai buruh, kata sang ibu.

Namun karena masih muda dan belum cukup kuat, ia sering tidak mendapat pekerjaan.

Akhirnya pasangan yang tidak memiliki anak mendekatinya. Mereka menawarkan $104 untuk mengadopsi putranya yang baru lahir.

Awalnya mereka menolak, namun beberapa hari melihat anak-anaknya menangis tanpa makanan membuatnya menyerahkan bayinya kepada orang lain adalah pilihan terbaik, untuk mereka semua.

"Ini sulit. Saya menyerahkan anak saya karena kemiskinan... Saya tidak mampu merawatnya dan saya tidak mampu membeli apapun."

"Saya memberikan semua uang itu kepada suami saya. Dia membeli beras, minyak, dan tepung. Kami sudah menyelesaikannya."

Suaminya menambahkan, "Kami membutuhkan bantuan, kami lapar dan miskin.Tidak ada kesempatan kerja di Afghanistan. Kami memiliki anak."

"Kami paling membutuhkan tepung dan minyak, yang tidak kami miliki. Syukur-syukur memiliki kayu bakar"

"Saya tidak mampu membeli daging dalam dua atau tiga bulan terakhir." "Kami hanya memiliki roti untuk anak-anak yang tidak selalu tersedia."

Save the Children memperkirakan 3,2 juta anak muda Afghanistan akan menghadapi kekurangan gizi akut sebelum akhir musim dingin.

Nora Hassanien, penjabat Direktur Negara di Afghanistan mengatakan, "Sungguh memilukan bahwa beberapa keluarga Afghanistan didorong ke tindakan ekstrem dan putus asa untuk bertahan hidup dan memberi makan anak-anak mereka yang lain."

"Tidak ada orang tua yang harus membuat keputusan yang mustahil untuk menyerahkan seorang anak."

"Jutaan anak-anak di Afghanistan, yang telah menjalani seluruh hidup mereka melalui perang, sekarang didorong ke ambang kelaparan."

"Saat suhu turun hingga di bawah titik beku, ribuan keluarga tidak akan mampu membeli bahan bakar untuk menghangatkan musim dingin ini, menempatkan anak-anak pada risiko sakit atau kematian."

"Waktu hampir habis untuk memberi anak-anak bantuan yang menyelamatkan jiwa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di musim dingin."

"Dan upaya bantuan terhambat oleh sanksi dan kebijakan kontra teror, yang mencegah bantuan sampai ke keluarga yang sangat membutuhkannya."(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ibu di Afghanistan Terpaksa Jual Satu Bayi Kembarnya agar Bisa Beri Makan 7 Anaknya yang Lain,

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved