Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Mafia Nigeria Susupi Pemerintahan dan Gencarkan Operasi Penipuan Global, Jutaan Dolar AS Diraup

Sebuah geng kekerasan bergaya mafia Nigeria yang terkait pembunuhan dan penipuan telah menyusup ke sistem politik negara itu.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBC
Seorang anggota geng Black Axe, salah satu "sekte" Nigeria yang paling ditakuti. 

SERAMBINEWS.COM, ABUJA - Sebuah geng kekerasan bergaya mafia Nigeria yang terkait pembunuhan dan penipuan telah menyusup ke sistem politik negara itu.

Bahkan, meluncurkan operasi penipuan global jauh di luar perbatasan Nigeria, menurut ribuan dokumen dan kesaksian yang diretas yang dilihat BBC.

Geng 'Black Axe' telah beroperasi selama beberapa dekade di Nigeria.

Merupakan salah satu sindikat kejahatan terorganisir yang paling ditakuti di negara itu.

Keanggotaan sindikat ini, yang dikenal sebagai "sekte" atau "persaudaraan", dilarang di Nigeria.

Selama dua tahun terakhir, BBC Africa Eye telah mengikuti Black Axe berbicara kepada mantan anggota.

Kemudian, menyisir ribuan dokumen bocor yang tampaknya telah diretas dari sejumlah anggota terkemuka kelompok tersebut.

Tidak mungkin memverifikasi seluruh file yang diretas, tetapi dokumen kunci diverifikasi, seperti dilansir BBC, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Delapan Pria Nigeria Menipu 100 Wanita, Sebagian Besar Janda, Raup Rp 98 Miliar

Di antara temuan, email yang menunjukkan seorang pengusaha Nigeria terkemuka dan kandidat Partai APC 2019 untuk jabatan politik, Augustus Bemigho.

Dia ternyata anggota senior Black Axe yang terlibat dalam mengatur penipuan internet yang menghasilkan jutaan dolar AS.

Dokumen berisi lebih dari 18.000 halaman dari akun email yang menautkan Bemigho.

Termasuk email yang menunjukkan dia mengirim panduan tentang penipuan ke jaringan kolaborator pada 62 kesempatan.

Dia juga berkomunikasi dengan orang lain tentang target penipuan tertentu.

"Kami telah menipunya hampir 1 juta dolar AS," kata satu email yang dikirim ke Bemigho, merujuk pada seorang korban.

Email tersebut berisi nama lengkap korban, alamat email dan nomor, dan petunjuk tentang cara untuk melanjutkan penipuan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved