Jumat, 12 Juni 2026

Internasional

Amerika Serikat Minta Iran Mengakhiri Dukungan Mematikan ke Milisi Houthi

Pemerintah Amerika Serikat meminta milisi Houthi mengakhiri dukungan mematikan ke milisi Houthi di Yaman.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
NBC News
Duta Besar AS di PBB Linda Thomas-Greenfield 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Pemerintah Amerika Serikat meminta milisi Houthi mengakhiri dukungan mematikan ke milisi Houthi di Yaman.

Duta besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield mengatakan hal itu kepada Dewan Keamanan (DK) PBB.

Dia menambahkan milisi Houthi masih mengabaikan seruan berulang kali oleh masyarakat internasional untuk mengakhiri serangannya di Marib.

Bahkan, katanya, sebaliknya, mengintensifkan serangan lintas batas terhadap sasaran di Arab Saudi.

"Tindakan provokatif dan berbahaya ini menggarisbawahi perlunya Iran mengakhiri dukungan mematikannya kepada Houthi," ujarnya.

Disebutkan, Iran telah melanggara resolusi PBB, sehingga terjadi serangan sembrono Houthi ke warga Yaman dan Arab Saudi, seperti dilansir ArabNews, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Amerika Serikat dan Eropa Frustrasi Melihat Sikap Iran. Hanya Buang-buang Waktu

Thomas-Greenfield berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan reguler tentang situasi di Yaman.

Di mana para anggota diberi pengarahan oleh Hans Grundberg, utusan khusus PBB untuk negara itu.

Dia menyatakan kekhawatirannya tentang serangan Marib yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan kekerasan telah meningkat secara signifikan dengan risiko baru perang Yaman, bahkan lebih terfragmentasi dan berdarah.

Serangan itu membahayakan ribuan orang, kata Thomas-Greenfield.

Dia menyatakan akan dapat menyebabkan perpindahan setengah juta warga sipil.

“Houthi harus segera menghentikan serangan ini,” dia mengulangi.

Pada 9 Desember 2021, sebuah rudal Houthi menghantam sebuah kamp pengungsi internal yang dikelola oleh IOM.

Sebanyak lima anak-anak termasuk di antara yang terluka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved