Internasional
Amerika Serikat dan Eropa Frustrasi Melihat Sikap Iran. Hanya Buang-buang Waktu
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sangat frustrasi melihat sikap Iran dalam pembicaraan nuklir.
SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sangat frustrasi melihat sikap Iran dalam pembicaraan nuklir.
Para diplomat Eropa sebenarnya ingin menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang sudah rusak parah.
Dilansir AP, mereka hanya membuang-buang waktu berharga untuk menangani tuntutan baru Iran dengan waktu hampir habis.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Selasa (14/12/2021) mengatakan diplomasi tetap menjadi pilihan terbaik.
Tetapi, katanya, Washington tetap terlibat dengan mitra untuk mencari alternatif.
Pembicaraan di Wina antara penandatangan yang tersisa untuk perjanjian 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA dilanjutkan minggu lalu di Wina.
Baca juga: Perdana Menteri Israel Kunjungi Uni Emirat Arab, Bahas Nuklir Iran
Para diplomat dari Inggris, Prancis dan Jerman telah mendesak Teheran kembali dengan proposal realistis.
Sebelumnya, Iran membuat banyak tuntutan yang dianggap tidak dapat diterima oleh negara lain.
Diplomat senior dari tiga kekuatan Eropa menjelaskan keadaan belum membaik meskipun semua delegasi telah menekan Iran untuk bersikap masuk akal.
Rusia dan China juga merupakan bagian dari perjanjian dengan Iran.
Amerika Serikat telah berpartisipasi secara tidak langsung dalam pembicaraan, usai menarik diri dari kesepakatan pada 2018 di bawah Donald Trump saat itu.
Presiden Joe Biden telah mengisyaratkan dia ingin bergabung kembali dengan kesepakatan itu.
Baca juga: Panglima Perang AS di Timur Tengah Siapkan Opsi Militer, Cegah Iran Produksi Senjata Nuklir
“Sampai saat ini, kami masih belum bisa turun ke negosiasi nyata,” kata para diplomat Eropa.
“Kami kehilangan waktu berharga berurusan dengan posisi baru Iran yang tidak konsisten dengan JCPOA atau yang melampaui itu," tambahnya.
Mereka mengatakan pihaknya frustrasi karena garis besar perjanjian yang komprehensif dan adil menghapus semua sanksi telah terlihat pada musim panas lalu.