Salam
Jangan Anggap Remeh Pernyataan Mendagri
Pernyatan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebutkan dirinya sengaja diperintahkan Presiden Joko Widodo
Pernyatan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebutkan dirinya sengaja diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk memantau kegiatan vaksinasi di Aceh yang masih rendah, jangan dianggap remeh alias sepele.
Sebab, apabila masalah ini dipandang sebelah mata, maka konsekuensinya Aceh bisa saja akan “terisolir” dari dunia luar.
"Saya datang ke sini karena ada perintah dari Bapak Presiden.
Sebelum akhir Desember, (capaian vaksinasi) tingkat nasional harus bisa mencapai 70 persen," kata Tito usai meninjau kegiatan vaksinasi di Gedung Banda Aceh Convension Hall (BACH), Banda Aceh, Selasa (14/12/2021).
Dalam kunjungannya itu, Tito melakukan dua rangkaian kegiatan.
Selain meninjau kegiatan vaksinasi di BACH, juga melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinisasi dengan kepala daerah di Kantor Gubernur Aceh.
Usai meninjau kegiatan vaksinasi, Mendagari kepada wartawan menyampaikan bahwa akhir Desember 2021, capaian vaksinasi tingkat nasional harus mencapai 70 persen.
Untuk itu, semua provinsi dan kabupaten/kota harus bergerak bersama-sama.
"Kita melihat beberapa daerah yang perlu atensi yang relatif rendah (capaian vaksinasinya).
Kemarin saya ke Papua, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan juga Aceh.
Karena Aceh kalau tidak salah, nomor 3 atau nomor 4 terendah," ungkap Tito.
Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Mendagri hanya memberi apresiasi untuk Kota Banda Aceh dan Simeulue.
"Kota Banda Aceh sudah cukup bagus, Simeulue juga sudah cukup bagus, tapi ada beberapa yang rendah.
Seperti Aceh Utara, penduduknya besar tapi rendah," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Mendagri menyampaikan, apabila hingga akhir Desember 2021 capaian target vaksinasi di Aceh tidak terpenuhi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berdialog-dengan-peserta-vaksinasi.jpg)