Salam
Jangan Anggap Remeh Pernyataan Mendagri
Pernyatan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebutkan dirinya sengaja diperintahkan Presiden Joko Widodo
Maka akan ada dampak yang diterima oleh Aceh, yaitu masuk dalam daerah dengan kategori tidak aman.
Karena itu, diperlukan kerja sama untuk mempercepat capaian target vaksinasi.
"Kalau tidak sesuai target, nanti tidak menjadi rekomendasi untuk berangkat ke Aceh, karena dianggap tempatnya belum aman, karena vaksinasi rendah," ungkap mantan Kapolri ini.
Tito meminta pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Polri, TNI, Binda, Kejaksaan, BUMN untuk bergerak bersama.
"Dan tentunya mohon dukungan dari tokoh masyarakat, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, mendukung program ini," pintanya.
Dalam proteksi Covid-19, kata Tito, Indonesia sebenarnya sudah bagus.
Indikatornya dilihat dari rendahnya kasus positif, sudah sedikit pasien yang dirawat di rumah sakit, dan tingkat kematian juga jauh menurun.
"Tapi tingkat vaksinasi kita belum sesuai target yang menjadi penilaian WHO," ujarnya.
Untuk itu, kita berharap kepada masyarakat Aceh agar benar-benar menanggapi pernyataan Mendagri tersebut dengan semangat memperbaiki diri.
Artinya, semua komponen yang ada di Aceh harus bekerja sama mengejar target vaksinasi sesuai dengan rekemondasi yang dikeluarkan WHO.
Mulai saat ini, seluruh masyarakat Aceh harus punya sikap yang sama bahwa Aceh belum aman dari serangan Covid-19 meskipun kasusnya sudah menurun.
Tak ada pilihan lain, kecuali menyahuti anjuran pemerintah mengikuti program vaksinasi untuk dua dosis.
Baca juga: Mendagri Beri Apresiasi untuk Aceh
Baca juga: Mendagri Tinjau Kegiatan Vaksinasi di Aceh
Baca juga: Mendagri Minta Pemerintah Daerah Percepat Vaksinasi
Sebab, kalau tidak, siap-siap Aceh menjadi daerah terisolir di kampungnya sendiri.
Nah?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berdialog-dengan-peserta-vaksinasi.jpg)