Minggu, 26 April 2026

Internasional

Pemukim Yahudi Serang Desa Palestina, Rumah dan Mobil Dirusak, Balas Pembunuhan Pria Israel

Pemukim Yahudi menyerang sejumlah desa warga Palestina di Tepi Barat pada Jumat (17/12/2021). Mereka merusak rumah dan mobil serta memukuli sedikitnya

Editor: M Nur Pakar
AP/Majdi Mohammed
Tentara Israel berdiri di antara warga Palestina dan seorang pemukim Yahudi menyusul serangan pemukim Yahudi di Desa Burqa, Tepi Barat, Palestina, Jumat (17/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pemukim Yahudi menyerang sejumlah desa warga Palestina di Tepi Barat pada Jumat (17/12/2021).

Mereka merusak rumah dan mobil serta memukuli sedikitnya dua orang, kata pejabat Palestina.

Serangan itu terjadi sehari setelah orang-orang bersenjata Palestina membunuh seorang pria Israel pada Kamis (16/1/2021).

Kematian pemukim Yehuda Dimentman ketika orang-orang bersenjata menembaki mobilnya dekat pos terdepan pemukiman Tepi Barat pada Kamis (16/12/2021) malam.

Dilansir AP, Jumat (17/12/2021), hal itu memicu kekerasan antara penduduk Palestina dan pemukim Israel.

Dua penumpang lain dalam kendaraan Dimentman terluka ringan.

Baca juga: Cari Buronan, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Ghassan Daghlas, seorang pejabat Otoritas Palestina mengatakan kelompok pemukim Yahudi memasuki beberapa desa Palestina di utara Nablus.

Mereka menghancurkan mobil dan rumah dan dua warga Palestina membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Di desa Qaryut Palestina, pemukim Yahudi masuk ke satu rumah dan mencoba menculik seorang penduduk lokal, Wael Moqbel, menurut Daghlas.

Foto-foto yang kemudian dibagikan di media sosial menunjukkan Moqbel dengan memar dan bengkak di wajahnya.

Sedangkan video dan foto lain secara online menunjukkan konfrontasi antara pemukim Yahudi bersenjata dan penduduk Palestina.

Para pemimpin Israel telah bersumpah untuk menemukan penyerang di balik penembakan itu.

Militer Israel mengerahkan pasukan tambahan ke daerah itu.

Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, setidaknya tiga pria dari desa utara Burqa ditangkap dalam penggerebekan sepanjang Kamis (16/12/2021) malam.

Baca juga: Seorang Remaja Putri Palestina Tikam Seorang Wanita Israel, Ditangkap di Sekolah

Tentara Israel mengatakan perburuan untuk orang-orang bersenjata Palestina masih berlangsung, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Mobil Dimentman mendapat kecaman setelah meninggalkan sebuah seminari Yahudi di pos terdepan Homesh.

Sebuah bekas pemukiman yang dievakuasi bagian dari penarikan Israel dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemukim Yahudi telah mendirikan kembali pos terdepan yang tidak sah di lokasi tersebut.

Salah satunya puluhan pos terdepan di Tepi Barat yang dianggap ilegal tapi sering ditoleransi oleh pemerintah Israel.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan itu.

Meskipun kelompok militan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, memuji serangan itu.

Baca juga: Umat Kristen Berdoa di Bethelem, Tanah Palestina, Terputus Dengan Tembok Israel

Ratusan orang berkumpul untuk upacara pemakaman Dimentman di Homesh pada Jumat pagi (17/1/2021) sebelum jenazahnya dibawa ke Jerusalem untuk dimakamkan.

Serangan terbaru terjadi di tengah meningkatnya kekerasan Israel-Palestina di Tepi Barat dan di Jerusalem timur.

Awal bulan ini, seorang Yahudi ultra-Ortodoks terluka parah setelah ditikam oleh seorang pemuda Palestina di luar tembok Kota Tua Jerusalem.

Seminggu sebelumnya, seorang pejuang Hamas melepaskan tembakan di Kota Tua, menewaskan seorang pria Israel.

Kedua penyerang dibunuh oleh pasukan Israel.

Kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina telah meningkat selama panen zaitun.

Pada pertengahan November 2021, pemukim Yahudi menyerang sekelompok petani Palestina dengan semprotan merica dan pentungan di lahan pertanian Homesh, melukai empat orang.

Israel merebut Jerusalem Timur dan Tepi Barat dalam perang Timur Tengah 1967.

Baca juga: Israel Biadab, Remaja Palestina Ditembak Usai Tabrak Penjaga Keamanan

Wilayah itu sekarang menjadi rumah bagi lebih dari 700.000 pemukim Yahudi.

Meskipun Palestina melihat kedua wilayah itu sebagai bagian dari negara merdeka mereka di masa depan.

Palestina, bersama dengan sebagian besar komunitas internasional menganggap permukiman ilegal sebagai hambatan utama perdamaian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved