Breaking News:

Pembunuhan

Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan dengan Kaki dan Tangan Terikat di Lambadeuk

Sejauh ini untuk nama tersangka, kronologi dan motif pembunuhan yang menghilangkan nyawa perempuan itu masih dirahasiakan.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
Foto kiriman warga
Relawan PMI dan Kapolsek Peukan Bada, Ipda Muhammad Al Munawir mengangkat mayat perempuan yang ditemukan di pinggir Jalan Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (14/12/2021) 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Misteri penemuan mayat perempuan, tanpa busana dengan kondisi kaki dan tangan terikat di Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (14/12/2021) siang, akhirnya terungkap.

Tersangka ditangkap pada Rabu (15/12/2021) malam.

Artinya, kurang dari 48 jam tersangka diduga pembunuh perempuan malang tersebut.

Sejauh ini untuk nama tersangka, kronologi dan motif pembunuhan yang menghilangkan nyawa perempuan itu masih dirahasiakan.

Begitu juga dengan nama korban, termasuk alamat korban belum dibeberkan secara detail oleh polisi.

Identitas Mayat Tanpa Busana di Lambadeuk Masih Misteri, Polisi: Tak Ada Laporan Kehilangan Orang

 

Karena dari informasi yang diperoleh Serambinews.com, polisi masih melakukan pendalaman terhadap pelaku.

Seperti diberitakan warga Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, digegerkan oleh penemuan mayat perempuan dengan kondisi kaki masih terikat, Selasa (14/12/2021).

Mirisnya, saat ditemukan mayat perempuan tersebut tanpa busana dalam kondisi memprihatinkan.

Besar dugaan perempuan malang tersebut korban pembunuhan.

Terkait Penemuan Mayat Wanita di Lambadeuk, Polisi: Tak Ada Laporan Warga yang Hilang Keluarganya

Demikian disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP M Ryan Citra Yudha SIK, kepada Serambinews.com, pada Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, mayat perempuan malang tersebut pertama kali ditemukan dan diketahui oleh Khairul Fattah, pekebun dan merupakan warga kecamatan setempat, pada Selasa (14/12/2021) siang, kata AKP Ryan.

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang ini, beberapa hari sebelumnya, saksi Khairul Fattah, sudah mencium bau menyengat.

Tapi, mengira bau tersebut berasal dari bangkai binatang yang mati, sehingga tidak mempedulikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved