Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Penasihat Gedung Putih ke Jerusalem, Israel Siap Hancurkan Nuklir Iran Kapanpun

Penasihat Gedung Putih, Jake Sullivan melakukan kunjungan ke Timur Tengah, membahas program nuklir Iran.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Instalasi situs nuklir Natanz Iran 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Penasihat Gedung Putih, Jake Sullivan melakukan kunjungan ke Timur Tengah, membahas program nuklir Iran.

Dia melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan pejabat keamanan Israel lainnya di Jerusalem pada Rabu (22/12/2021).

Saat bersamaan, harian Ibrani Yedioth Ahronoth menerbitkan sebuah wawancara dengan Komandan Angkatan Udara Israel.

Dia mengatakan Israel mampu menyerang Iran besok untuk menghancurkan program nuklir Iran.

“Tidak ada situasi di mana kami dapat beroperasi di sana saat ini," ujarnya.

"Tetapi, saya tidak akan pulang untuk menjalankan misi ini,'” kata Mayor Jenderal Tomer Bar.

Baca juga: Arab Saudi Tegaskan Kembali, Iran Harus Dicegah Memproduksi Senjata Nuklir

Sedangkan Amerika Serikat dan Israel akan mencari strategi bersama untuk mencegah program nuklir Iran.

Jake Sullivan mengatakan pertemuan itu terjadi pada titik kritis kedua negara dalam serangkaian masalah keamanan utama.

Dilansir AP, hal itu terkait kekuatan dunia dan Iran memperbarui negosiasi di Wina bulan lalu untuk memulihkan kesepakatan untuk mencegah program nuklir Iran.

Negosiasi mengambil jeda pekan lalu untuk memungkinkan negosiator Iran kembali ke Teheran untuk konsultasi.

Bennett mengatakan apa yang terjadi di Wina memiliki konsekuensi besar bagi stabilitas Timur Tengah dan keamanan Israel untuk tahun-tahun mendatang.

Kesepakatan asli, yang dibuat pada 2015, menawarkan bantuan ke Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Baca juga: Panglima Perang AS di Timur Tengah Siapkan Opsi Militer, Cegah Iran Produksi Senjata Nuklir

Perjanjian itu gagal setelah Amerika Serikat secara sepihak menarik diri pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang melumpuhkan Iran.

Sejak itu, Iran telah melanjutkan program nuklirnya, memperkaya uranium dan mengoperasikan sentrifugal di luar batas kesepakatan.

Israel telah mengkritik upaya kesepakatan baru dengan Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved