Internasional
San Fransisco Darurat Tunawisma dan Pecandu Narkoba, Korban Lebih Banyak Dari Covid-19
Kota San Fransisco, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan darurat pecandu narkoba dan tunawisma.
Hampir 600 orang telah meninggal karena overdosis obat tahun ini hingga November 2021.
Hampir setengah dari kematian terjadi di Tenderloin dan distrik South of Market yang berdekatan.
Daerah-daerah ini membentuk 7% dari populasi San Francisco.
Kota-kota liberal secara politik di seluruh AS bergulat dengan kejahatan setelah pembunuhan George Floyd pada 2020.
Sedangkan para pemimpin terpilih berjanji untuk mengurangi gesekan antara polisi dan komunitas kulit berwarna yang rentan, terutama orang Afrika-Amerika seperti Floyd.
Anggota Departemen Darurat San Fransisco, Chesa Boudin bergabung dengan pembela umum kota awal pekan ini untuk mengecam rencana walikota.
Dia mengatakan memenjarakan orang yang berjuang dengan kecanduan, masalah kesehatan mental dan tunawisma tidak akan berhasil.
Mereka ingin dia menggunakan uang itu untuk menambah lebih banyak tempat tidur perawatan, tempat penampungan, pelatihan kerja, dan layanan sosial lainnya.
Baca juga: Sepanjang Tahun Ini, Polda Aceh Ungkap 869 Kasus Narkoba, Amankan 1,7 Ton Sabu-sabu
“Apa yang saat ini kita lihat di Tenderloin tidak terjadi dalam semalam," kata Jeannette Zanipatin, direktur California di Drug Policy Alliance.
"Itu berasal dari pemindahan besar-besaran selama bertahun-tahun,” tambahnya.
Jika disetujui, perintah darurat akan berlangsung selama 90 hari kecuali Breed meminta pembaruan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/narkoba-dan-tunawisma-jadi-epidemi-di-amerika-serikat.jpg)