Internasional

WHO Selidiki Penyakit Misterius di Sudan Selatan, Korban Tewas Mendekati 100 Orang

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki penyakit misterius di Sudan Selatan. Jumlah korban tewas akibat penyakit sebanyak 97 orang di Fangak,

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang ayah dan putranya membawa sapi dari daerah banjir ke tanah yang lebih kering dengan menggunakan sampan, di daerah Old Fangak, negara bagian Jonglei, Sudan Selatan pada Rabu (25/12/2020) 

SERAMBINEWS.COM. JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki penyakit misterius di Sudan Selatan.

Jumlah korban tewas akibat penyakit sebanyak 97 orang di Fangak, Negara Bagian Jonglei, di bagian utara negara itu.

Komisaris Kabupaten Fangak Biel Boutros Biel kepada ABC News, Kamis (243/12/2021) mengatakan bahwa kematian terbaru terjadi pada seorang wanita tua.

Kematian sebagian besar telah dilaporkan di antara orang tua dan anak-anak usia 1 sampai 14 tahun, kata dari Kementerian Kesehatan Sudan Selatan.

Gejala penyakit misterius itu termasuk batuk, diare, demam, sakit kepala, nyeri dada, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, dan kelemahan tubuh, kata para pejabat.

Biel mengatakan tim WHO yang melakukan perjalanan ke Fangak belum mengomkunikasikan temuan mereka kepada pejabat setempat.

Baca juga: Banjir Rendam Fangak, Sudan Selatan Berbulan-bulan, Satu Juta Orang Terancam Kelaparan

Dalam sebuah pernyataan, Collins Boakye-Agyemang, juru bicara WHO Afrika, mengatakan mulai menyelidiki wabah pada November 2021.

Tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut BBC News , baru-baru ini, daerah tersebut dilanda banjir besar.

WHO telah menguji sampel dari pasien kolera, yang biasanya tertular dari persediaan air yang terinfeksi.

Namun, sampel kembali negatif untuk penyakit bakteri menular, lapor outlet lokal.

Sheila Baya, seorang dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Juba di Sudan Selatan, mengatakan para ilmuwan WHO harus mencapai Fangak dengan helikopter.

Baca juga: Demo Anti-Kudeta Sudan Telah Menewaskan 40 Orang

Dikatakan, banjir telah menghalangi tim WHO melakukan pengujian.

Biel mengatakan beberapa organisasi non-pemerintah telah mengirimkan pasokan medis ke Fangak.

Bahka, sedang dalam proses mendirikan klinik keliling untuk membantu merawat orang-orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved