Internasional
Arab Saudi Temukan Bukti Keterlibatan Iran Melalui Hizbullah, Houthi Terus Rudal Kerajaan
Kerajaan Arab Saudi telah menemukan bukti keterlibatan Iran melalui Hizbullah dalam konflik berkepanjangan di Yaman.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi telah menemukan bukti keterlibatan Iran melalui Hizbullah dalam konflik berkepanjangan di Yaman.
Koalisi Arab Saudi pada Minggu (26/1/2021) malam merilis rekaman dan gambar yang dikatakan menjadi bukti keterlibatan Hizbullah dan Iran dalam perang tujuh tahun Yaman.
Dilansir ArabNews, termasuk penggunaan bandara Sanaa, Yaman sebagai tempat peluncuran rudal balistik ke Arab Saudi.
Pada konferensi pers di ibukota Saudi, juru bicara koalisi Brig. Jenderal Turki Al-Maliki menunjukkan rekaman instruktur Hizbullah yang melatih Houthi tentang cara menggunakan drone.
Dalam beberapa video, terlihat kotak-kotak bagian drone yang ditumpuk dengan beberapa logo Hizbullah.
Al-Maliki menyebut Hizbullah sebagai “kanker di Lebanon” yang awalnya menyerang Lebanon sebelum menyebar ke luar negeri.
“Organisasi teroris Hizbullah telah menyebarkan kehancuran di kawasan dan dunia,” katanya kepada wartawan.
Baca juga: Uni Emirat Arab Serukan Tindakan Tegas Terhadap Tindakan Jahat Milisi Houthi ke Arab Saudi
Dia menambahkan kelompok yang didukung Iran memikul tanggung jawab untuk menargetkan warga sipil di Arab Saudi dan Yaman.
Dalam video lain, koalisi mengatakan seorang pemimpin Hizbullah sedang memberikan instruksi kepada Abdullah Yahya Al-Hakim.
Dia merupakan komandan kedua Houthi yang ada dalam daftar sanksi PBB karena mengorganisir kudeta dan operasi militer untuk menggulingkan pemerintah.
Dia juga bertanggung jawab untuk mengamankan dan mengendalikan semua rute masuk dan keluar Sanaa serta pengambilalihan kegubernuran Amran.
“Sektor militer Hodeidah sangat penting, jadi jika Hodeidah jatuh, dukungan untuk menghadapi agresi akan berakhir,” kata pemimpin Hizbullah itu.
“Laut adalah satu-satunya pintu gerbang untuk dukungan yang akan datang," tambahnya.
"Jika kita kehilangan laut, kita tidak akan mendapatkan dukungan apapun dan mujahidin tidak akan datang lagi," tambahnya.
"Kami ingin kerumunan besar mujahidin, kami ingin mengatur barisan kami,” ujar pejabat Hizbullah itu.
Baca juga: Arab Saudi Bombardir Milisi Houthi di Yaman, Kamp Militer dan Gudang Senjata Hancur Lebur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-koalisi-arab-brig-jenderal-turki-al-maliki.jpg)