Senin, 20 April 2026

Opini

Munafik Peretas Ikatan Bangsa

MAJU-nya suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki suatu bangsa

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof. Dr. Apridar, S. E. , M. Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi Sudi Pembangunan USK dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia 

Bahkan dengan pongahnya mereka memecah belahkan umat Islam sehingga memutuskan tali silaturahhim yang telah terbina dengan baik.

Sering sekali kepercayaan serta amanah yang dititipkan kepada kaum munafik dilaksanakan dengan khianat yang nyata dengan tidak melaksanakan amanah tersebut sebagai mana sumpah janji yang diucapkan ketika ia dilantik.

Bahkan bila ada yang mengingatkannya dengan melakukan kritikan membangun, sering disikapi dengan pembungkaman serta hukuman yang berlebihan bagi mereka.

Tindakan represif yang dilakukan agar tidak ada lagi yang berani untuk mengkritisi berbaga kebijakan yang diperbuatnya.

Rasa enggan dan malas untuk beribadah, dan sifat dari kaum munafik yang sering mempropaganda terhadap berbagai perbedaan kebiasaan dalam ibadah sunah dengan membenturkan terhadap perbedaan yang ada agar menimbulkan permusuhan yang panjang.

Propaganda tersebut dilakukan agar para jamaah tidak lagi konsen untuk mendirikan ibadah dengan baik.

Sehingga kaum munafik dengan leluasa dapat meninggalkan ibadah dengan alasan adanya perbedaan tersebut.

Kaum munafik tidak pernah sungkan untuk berjanji atau mengucapkan sumpah agar orang percaya terhadap ucapannya, padahal yang diucapkanya merupakan sumpah palsu.

Berbagai cara dilakukan agar orang percaya terhadap kaum yang akan dilaknat oleh Allah STW kelak atas kemungkaran yang dilakukan.

Agar ia memperoleh keuntungan kebiasaan dari kaum munafik siap melakukan apapun ia berusaha untuk memperoleh kepercayaan.

Baca juga: Pengamat Politik: Prabowo Sulit Menang jika Maju Pilpres 2024, Masyarakat Sudah Jenuh dan Kecewa

Baca juga: Gubernur Nova dan Stafsus Presiden Bahas Dinamika Sosial Politik dan Keamanan Aceh

Ketika kepercayaan sudah diraihnya, baru ia berkhianat dengan harapan memperoleh keuntungan materi dunia.

Menumpuk-numpuk materi merupakan kebiasaan yang dilakukan kaum munafik, dimana bisikan ketakutan akan miskin yang selalu terngiang di telinganya membuat ia tamak terhadap materi dan cita dunia yang berlebihan.

Untuk memperoleh kenikmatan sesaat tersebut, siap menggadaikan apapun termasuk persahabatan serta kebenaran itu sendiri.

Perilaku kalap dan gila harta, tahta dan wanita, menjadikan tindakan yang dilakonkan semakin tidak rasional.

Kemungkaran yang begitu luar biasa, sehingga pantas Allah SWT tempatkan kaum munafiq tersebut sebagai bahan bakar neraka.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved