Kamis, 7 Mei 2026

Boat Rohingya di Laut Bireuen

Dorong Selamatkan Rohingya, Akademisi UIN Ar-Raniry : Islam Mengajarkan Kita untuk Membantu Orang

Menolong pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut merupakan kewajiban Islam dan tanggungjawab kemanusiaan bagi masyarakat Aceh.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang juga aktivis santri, Dr Teuku Zulkhairi MA. 

Dorong Selamatkan Rohingya, Akademisi UIN Ar-Raniry : Islam Mengajarkan Kita untuk Membantu Orang

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Terhitung sudah empat hari sejak Minggu (26/12/2021) kapal pengungsi Rohingya terombang ambing di lautan lepas di perairan Bireuen, Aceh.

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Dr. Teuku Zulkhairi, MA mengatakan, menolong pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut merupakan kewajiban Islam dan tanggungjawab kemanusiaan bagi masyarakat Aceh.

Boat papan para pengungsi Rohingya, Senin  (27/12/2021) masih di perairan wilayah  Bireuen.
Boat papan para pengungsi Rohingya, Senin (27/12/2021) masih di perairan wilayah Bireuen. (Dok Panglima Laot)

Selain itu, secara regulatif, membantu pengungsi untuk mendarat dari laut sementara waktu juga merupakan aturan dari Peraturan Presiden Nomor Tahun 2016 yang ditanda tangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Zulkhairi melalui siaran pers sehubungan dengan keadaan pengungsi Rohingya yang ditolak mendarat dari laut Bireuen padahal dikabarkan puluhan di antara pengungsi itu adalah wanita dan anak-anak.

“Jadi semua pihak mestinya bersatu untuk mendorong pengungsi Rohingya ini agar bisa mendarat sementara waktu,” katanya, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Pemerintah Tampung Rohingya yang Terombang ambing di Laut, Langkah Diambil Atas Nama Kemanusiaan

Baca juga: Kapal Boat yang Membawa Pengungsi Rohingya Masih Bertahan di Laut Lepas

“Malu kita di hadapan Allah dan di hadapan Rasulullah kelak jika kita menolak mereka mendarat di Aceh meskipun hanya sementara waktu,” lanjutnya.

Menurut Zulkhairi yang juga aktivis santri Aceh ini, Islam meminta kita untuk menolong orang-orang yang lemah dimana Rasulullah mengatakan bahwa “seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, ia tidak menzaliminya dan tidak meninggalkannya tatkala butuh bantuannya”.

Zulkhairi juga mengharapkan agar masyarakat Aceh tidak terpengaruh dengan pemikiran orang-orang yang menolak Rohingya mendarat di Aceh dan membiarkan mereka tetap di laut.

Ia menilai itu adalah pemikiran intoleran dan anti solidaritas yang tidak punya basis kuat dalam sejarah peradaban Aceh.

“Kita jangan lupa, endatu (nenek moyang) kita dulu pernah membantu orang-orang yang butuh pertolongan di berbagai kawasan Asia Tenggara. Lalu Allah pun memperkuat kedudukan mereka,” katanya.

“Kita juga jangan lupa, bahwa sebagai bangsa kita pernah menghadapi hari-hari berat di masa konflik dan di masa bencana tsunami yang meluluhlantakkan Aceh. Jangan kufur nikmat, “ ucap Zulkhairi.

Baca juga: Grup Internasional Rohingya Ucap Terima Kasih kepada RI karena Izinkan Migran Mendarat di Bireuen

Zulkhairi melanjutkan, betul orang Rohingya yang pernah jadi pengungsi di Aceh itu sebagiannya mungkin menyebalkan.

Tapi jangan lupa mereka adalah saudara kita seislam. Persoalan mereka adalah persoalan kita juga sebagai muslim dan sebagai manusia.

Mereka, kata Zulkhairi adalah umat Nabi Muhammad SAW.

Lalu Bagaimana kita akan menjawab di hadapan Rasulullah kelak jika kita menolak mereka untuk keluar dari perahunya di laut untuk mendarat sementara waktu di Aceh?

“Ketahuilah bahwa rizki manusia itu sudah diatur oleh Allah SWT. Tidak akan berkurang rizki kita dengan sebab Rohingya,”

“Kalau menolak Rohingya mendarat dari laut karena alasan keburukan atau kesalahan Rohingya yang sebelumnya pernah jadi pengungsi di Aceh, tapi bukankah Rasulullah telah mengajarkan kita bagaimana memahami kesalahan saudara-saudara muslim kita yang lain,” tuturnya.

Baca juga: Kapal Rohingya Masih di Laut Bebas, Belum Masuk Perairan Indonesia

Zulhairi mengatakan, Rasulullah SAW pernah dicaci maki oleh pengemis Yahudi yang buta.

Tapi Rasulullah justru membalas dengan menyuapi si Yahudi tersebut. Itu sikap Rasulullah kepada Yahudi.

Lalu, sambungnya, bukankah dengan sesama muslim kita harus lebih toleran lagi dalam memahami kekurangan mereka?

Apalagi muslim Rohingya yang memang tertinggal dari segi pendidikan karena mereka dijajah bertahun-tahun dan diusir dari negerinya.

Zulkhairi juga mengutip sabda  Rasulullah yang telah mengingatkan kita, bahwa siapa saja yang memudahkan urusan seorang muslim di dunia, maka Allah akan mudahkan urusan dia di dunia dan di akhirat sekaligus.

“Jadi jangan takut membantu Rohingya. Karena nanti Allah langsung yang akan membantu urusan-urusan kita di dunia dan di akhirat, “ pungkas Zulkhairi. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BERITA KANAL NANGGROE

AKSES DAN BACA BERITA DI GOOGLE NEWS 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved