Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Hasil Survei Bank Indonesia, Perekonomin dan Daya Beli Masyarakat Aceh Naik

Untuk IKK naik  dari sebesar 107,4 persen menjadi sebesar 117,6 persen dan IKE naik dari 123,3 persen menjadi 131,5 persen.

Penulis: Herianto | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MULIADI
ILUSTRASI - Pedagang buah sedang melayani pembeli di Pasar Aceh, 

Untuk IKK naik  dari sebesar 107,4 persen menjadi sebesar 117,6 persen dan IKE naik dari 123,3 persen menjadi 131,5 persen.

Laporan Herianto  |  Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Aceh yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh pada bulan November dan Desember 2021, di Banda Aceh dan Lhokseumawe, indek tersebut keduanya mengalami kenaikan.

Untuk IKK naik  dari sebesar 107,4 persen menjadi sebesar 117,6 persen dan IKE naik dari 123,3 persen menjadi 131,5 persen.

Kondisi itu menggambarkan kondisi daya beli dan prekonomian Aceh maupun nasional, sudah mulai membaik, sejalan dengan peurunan kasus covid 19 di berbagai daerah,” kata Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani yang didamping stafnya Yon, Ardi dan Iza kepada Serambi, Kamis (30/12/2021) di Banda Aceh.

Achris Sarwani  menjelaskan, survei IKK dan IKE yang kami lakukan ini, menggunakan 350 orang responden dari berbgai profesi yang berpenghasilan sekitar Rp 4 – Rp 5 juta/bulan.

Dari 350 responden yang dimintai penjelasannya mengenai penghasilannya bulannya dari bulan Nopember sampai Desember 2021 ini apakah naik dan menurun, mereka menjawab meningkat.

Baca juga: Dirlantas Cek Kendaraan Pengamanan Jelang Tahun Baru 2022

Baca juga: Muhasabah dan Aspek Yang Perlu Dilakukan Umat Islam

Baca juga: Genjot Pemasukan, Tarif Pajak Ini Naik Mulai Tahun Depan

Bulan Nopember penghasilannya masih sekitar sekitar 92,29 persen dari yang direncanakan, artinya belum memuaskan.

Tapi pada bulan Desember 2021 ini, sudah berada di atas 100 persen, yaitu 100,29 persen, artinya sudah memuaskan dan ada kenaikan.

Peningkatan pendapatan ini, terkait dengan ketersediaan lapangan kerja. Pada bulan Nopember, peluang ketersediaan lapangan kerja baru sekitar 74,86 persen, bulan Desember naik menjadi Rp 91,14 persen.

Dampak dari kenaikan pendapatan dan kenaikan peluang kerja tadi, telah mendorong pengeluaran atau daya beli terhadap barang tahan lama dari masyarakat ikut meningkat. Pada bulan Nopember, besaran persentase rasionya masih sekitar 107,14 persen, tapi bulan Desember sudah naik mencapai 119,43 persen.

Karena perubahan peluang lapangan kerja yang semakin terbuka dan akan membuat peningktan pendapatan, para responden yang disurvei ketika ditanya mengenai bagaimana peluang penghasilan kerja ke depan, mayoritas mereka menyatakan, peluangnya lebih baik dari kondisi saat ini.

Persentasenya terus akan meningkat bulan Nopember sekitar 126 persen, Desember naik menjadi 134 persen, bulan berikutnya Januari 2022, akan naik lagi, lebih besar dari bulan Desember 2021.

Begitu juga ketersediaan lapngan kerja, naik dari 125,14 persen, pada posisi bulan Nopember dan bulan Desember naik menjadi 133,43 persen.

egitu juga untuk pengeluran untuk konsumsi barang-barang tahan lama untuk 6 bulan ke depan kenaikannya lebih besar dari Nopember 107,14 persen dan Desember 20221 sebesara 119,43 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved