Kamis, 23 April 2026

Kajian Islam

Muhasabah dan Aspek Yang Perlu Dilakukan Umat Islam

Mengerti dan memahami akan arti definisi muhasabah dalam Islam perlu untuk setiap mukmin dalam rangka memperbaiki dirinya ke dalam hal-hal yang baik.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Bustamam Usman, SHI, MA 

SERAMBINEWS.COM - Muhasabah dalam agama Islam mengandung arti yang begitu mendalam bila mengetahui hakikat muhasabah itu sendiri.

Mengerti dan memahami akan arti definisi muhasabah dalam Islam perlu untuk setiap mukmin dalam rangka memperbaiki dirinya ke dalam hal-hal yang baik dan positif.

Hakikat muhasabah bukan mengingat dosa-dosa yang telah lalu, kemudian menyesali dan menangisinya.

Namun, hakikat muhasabah adalah “memaksakan” diri untuk taat melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Bustamam Usman, SHI, MA mengatakan, muhasabah adalah evaluasi diri sendiri.

“Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu akan dirinya sendiri,” tuturnya.

Baca juga: Dorong Selamatkan Rohingya, Akademisi UIN Ar-Raniry : Islam Mengajarkan Kita untuk Membantu Orang

Baca juga: Islam dan Kewajiban Berpolitik - Syariat Islam Tegak Melalui Kekuasaan Politik atau Penguasa

Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar bin Khattab memahami benar urgensi dari Muhasabah ini.

“Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar paham bahwa setiap insan akan dihisab (dievaluasi), maka ia pun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah SWT,” kata Ketua Komisi B MPU Kota Banda Aceh ini.

Seseorang tidak dikatakan bertakwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri.

Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertakwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.

Tgk Bustamam menyebut, terdapat beberapa aspek yang perlu dimuhasabahi atau dievaluasi oleh setiap muslim, agar ia menjadi orang yang pandai dan sukses.

Yang pertama adalah aspek ibadah, karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini.

Baca juga: ISLAM;  Menjaga Harmonisnya Kehidupan

Baca juga: Kisah Wisudawan Terbaik Uniki, Tak Diakui sebagai Anak karena Masuk Islam

“Kedua aspek Pekerjaan dan Perolehan Rizki. Ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin,” kata Dai Perkotaan DSI Kota Banda Aceh itu.

Karena, lanjutnya, sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya.

Aspek ketiga yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah aspek kehidupan sosial keislaman, dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved