Info Subulussalam
Berkunjung ke Kantor PWI, Kajari Subulussalam Paparkan Program Sadakata Desaku
Program ini kata Kajari Mayhardy, dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan dana desa yang baik dan meningkatkan ekonomi kreatif serta meningkatkan
Penulis: Khalidin | Editor: Nurul Hayati
Program ini kata Kajari Mayhardy, dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan dana desa yang baik dan meningkatkan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam, Mayhardy Indra Putra SH MH bersama rombongan, Selasa (4/1/2022) berkunjung ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Subulussalam.
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Adhyaksa Kota Subulussalam itu, dalam rangka bersilaturahmi serta menjalin hubungan kerja kemitraan secara baik.
Ikut dalam rombongan Plh Kasi Intel Kejari Subulussalam Abdi Fikri SH MH dan Danu Rahmanullah SH selaku jaksa fungsional.
Kajari Subulussalam Mayhardy Indra Putra SH MH menyampaikan, agar adanya hubungan kerja kemitraan dalam hal publikasi antara kejaksaan dengan media di lingkup PWI Kota Subulussalam secara kelembagaan.
Diakui, selama ini memang kemitraan sudah terjalin dengan wartawan di Kota Sada Kata itu namun bersifat personal.
Untuk itu, agar di awal 2022 ini Kajari Mayhardy berharap agat kemitraan dapat terjalin secara kelembagaan dengan organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
Baca juga: Pastikan Akan Banding atas Vonis Perkara Proyek Fiktif, Kajari Subulussalam Yakin Menang
"Alhamdulillah selama ini hubungan kemitraan kejaksaan dengan wartawan memang sudah terjalin dengan baik tapi mungkin masih secara personal, mulai hari ini kami harapkan bisa lebih lagi secara kelembagaan," ujar Kajari Mayhardy.
Hubungan kemitraan ini bukan hanya soal pemberitaan, Kajari Mayhardy tetap berharap adanya masukan membangun dan jika pun ada hal yang salah dia mempersilakan untuk dikritik.
Dikatakan, Kejari Sububulussalam berusaha untuk memaksimalkan kinerja.
Namun bila ada kekurangan atau kesalahan, wartawan dipersilakan mengkritik namun secara objektif dan profesional.
Dalam pertemuan sekitar satu jam lebih, Kajari Mayhardi juga memaparkan sejumlah program kerja mereka selama 2021.
Beberapa kegiatan antara lai,n penyuluhan dan sosialisasi pencegahan korupsi dana desa di Kota Subulussalam.
Diakui, ada sejumlah potensi yang rawan terhadap penyimpangan dana desa.
Baca juga: Selama 2021, Kejari Subulussalam Tangani Dua Kasus Korupsi
Atas hal itu, pula Kejari Subulussalam telah meluncurkan program Sada Kata Desaku atau Sada Kata Desa Sadar Hukum.
Program ini kata Kajari Mayhardy, dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan dana desa yang baik dan meningkatkan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Mayhardy mengatakan, program Sada Kota Desaku atau sada kata desa sadar hukum akan dimulai tahun 2022.
Tahap awal kata Mayhardy, program Sada Kata Desaku dilaksanakan di wilayah Kecamatan Simpang Kiri dengan sasaran beberapa desa.
Beberapa desa di Simpang Kiri yang menjadi sasaran Sada Kata Desaku ini sebagai pilot project atau percontohan.
Setelah berhasil diharapkan, dapat akan menjadi desa maju.
"Kalau selama ini peningkatan kapasitas aparatur desa melalui bimbingan teknis ke luar daerah hasilnya belum maksimal, nanti kita langsung dampingi di lapangan," ungkap Kajari Mayhardy.
Baca juga: Selama 2021, Kejari Subulussalam Tangani 2 Kasus Korupsi, 1 Kasus Disidang di Pengadilan Tipikor
Mayhardy berharap, agar wartawan dari PWI Subylusslaam ikut membantu mempublikasikan serta mengawal program tersebut.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Subulussalam Khalidin Umar Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kajari Subulussalam dan rombongan yang telah bersedia menjalin silaturrahmi dengan jurnalis.
Selain itu, Khalidin juga memaparkan program PWI Kota Subulussalam selama ini dalam rangka membantu mengedukasi masyarakat.
Dikatakan, sejak PWI Subulussalam terbentum 2012 lalu ada sederet kegiatan pelatihan melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga aparatur sipil negara.
Selain itu, untuk internal PWI Subulussalam juga meningkatkan kapasitas di berbagai pelatihan termasuk program sertifikasi wartawan.
"Alhamdulillah anggota PWI Subulussalam mayoritas sudah bersertifikasi dari dewan pers," kata Khalidin.
Berkaitan dengan kemitraan dengan kejaksaan, Khalidin mengakui jika selama ini sudah berjalan dengan baik walaupun secara personal bukan lembaga PWI.
Baca juga: Nasir Nurdin Minta Pengurus Tingkatkan Status Balai PWI Aceh Barat
Kedepan, kata Khalidin para wartawan di lingkup PWI Subulussalam siap bersinergi dengan kejaksaan setempat.
Selama ini juga diakui, kemudahan mendapatkan informasi dari Kejaksaan Negeri Subulussalam.
Di lain sisi, Khalidin yang juga relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) mengapresiasi program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK )Kejari Subulussalam.
Berbagai pembenahan yang dilakukan selama setahun terakhir, sangat membantu masyarakat termasuk disiplin dalam bertamu.
Kinerja pemberantasan korupsi di Kejari Subulussalam juga patut diacungi jempol, karena sejak berdiri lembaga ini sudah menyidik sejumlah kasus terkait.
"Kami dari PWI menilai kejaksaan Subulussalam sangat serius dalam hal pemberantasan kasus korupsi, karena sudah banyak ditangani dan bahkan beberapa kasus sudah vonis pengadilan," pungkas Khalidin.
Di PWI Subulussalam selain Khalidin, turut hadir sejumlah pengurus seperti Sudirman selaku sekretaris, Nukman Suryadi Angkat bidang advokasi, Razi Anwir bidang humas serta Hermansah Bancin bidang multimedia.
Usai berdiskusi, rombongan Kajari Subulusalam menyaksikan sejumlah ruang kantor PWI seperti perpustakaan, ruang podcast dan lainnya hingga diakhiri foto bersama. (*)
Baca juga: Ketua PWI Aceh Minta Balai PWI Aceh Barat Naikkan Status, Banda Aceh dan Aceh Besar Segera Dibentuk