Internasional
Mohammed bin Salman Minta Erdogan Tidak Ungkit Lagi Kasus Pembunuhan Brutal Jamal Khashoggi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MNS) minta Presiden Turki berhenti mengungkit pembunuhan brutal Jamal Khashoggi
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MNS) minta Presiden Turki berhenti mengungkit pembunuhan brutal Jamal Khashoggi
MBS menginginkan Recep Tayyip Erdogan berjanji tidak akan menyebutkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi lagi, The Wall Street Journal melaporkan.
Erdogan mengatakan berencana mengunjungi Arab Saudi bulan depan setelah dilaporkan mengundangnya.
Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengatasi ketegangan antara kedua negara yang semakin tegang.
Setelah Khashoggi terbunuh di sebuah konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.
Khashoggi memasuki konsulat pada 2 Oktober 2018.
Baca juga: Istri Jamal Khashoggi Ditangkap, Telepon Diretas Sebelum Pembunuhan di Istanbul Tanpa Bekas
Dia datang untuk mengambil dokumen pernikahan yang diperlukan untuk menikahi tunangannya dari Turki, Hatice Cengiz, tetapi tidak pernah keluar lagi.
Para pejabat Turki telah menuduh Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.
Kemudian, jasadnya dipotong-potong dengan gergaji tulang.
Pejabat dari AS dan PBB juga telah menguatkan tuduhan ini.
Jenazahnya masih belum juga ditemukan sampai Selasa (4/1/2022).
Sebuah laporan intelijen CIA yang tidak diklasifikasikan secara langsung melibatkan Putra Mahkota Arab Saudi dalam pembunuhan Khashoggi.
Baca juga: HAM Media Internasional Ajukan Pengaduan ke Jaksa Jerman, Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Pengadilan Turki sedang mengadili 26 warga negara Saudi yang terkait dengan pembunuhan secara in absentia.
Dimana, tanggal persidangan berikutnya ditetapkan pada 8 Juli 2022, lansir Insider,
Saudia Arabia, di sisi lain, mengadili 11 orang atas apa yang mereka katakan sebagai operasi jahat" dalam pembunuhan Khashoggi.