Breaking News:

Internasional

HAM Media Internasional Ajukan Pengaduan ke Jaksa Jerman, Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kelompok HAM media internasional telah mengajukan pengaduan kepada Jaksa Jerman terhadap putra mahkota Arab Saudi dan empat

AP
Mohammed bin Salman dan Jamal Khashoggi 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Kelompok HAM media internasional telah mengajukan pengaduan kepada Jaksa Jerman terhadap putra mahkota Arab Saudi dan empat pejabat tinggi lainnya.

Mereka dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan dan terlibat dalam pembunuhan jurnalis yang berbasis di AS, Jamal Khashoggi.

Kantor kejaksaan federal Jerman di Karlsruhe kepada The Associated Press (AP), Selasa (2/3/2021) mengatakan telah menerima pengaduan dari Reporters Without Borders yang berbasis di Paris pada Senin (1/2/2021).

Juru bicara, Markus Schmitt mengatakan tidak bisa berspekulasi tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempertimbangkan pengaduan tersebut, berisi 500 halaman lebih.

Baca juga: Laporan Intelijen AS Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi Dinilai Terlalu Analitis dan Kurang Bukti

“Saya hanya bisa mengatakan, secara alamiah kami akan mengevaluasi pengaduan tersebut sesuai hukum,” katanya.

Keluhan tersebut, sebagian bergantung pada laporan intelijen AS yang baru dibuka dan dirilis Jumat lalu.

Mengidentifikasi lima tersangka utama: Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, penasihat dekatnya Saud Al-Qahtani dan tiga pejabat tinggi Saudi lainnya, kata Reporters Without Borders.

Dia juga merinci kasus 34 wartawan lainnya, yang menuduh mereka adalah korban serangan yang meluas dan sistematis karena alasan politik, kata Reporters Without Borders.

Baca juga: Joe Biden Akan Telepon Raja Salman, Konfirmasi Pembunuhan Jamal Khashoggi, Melibatkan Putra Mahkota

Para tersangka diidentifikasi bertanggung jawab atas organisasi atau eksekutif mereka dalam pembunuhan Khashoggi.

Serta keterlibatan mereka dalam mengembangkan kebijakan negara untuk menyerang dan membungkam jurnalis, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporan AS, pejabat intelijen berhenti mengatakan putra mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi di Turki pada Oktober 2018.

Tetapi menggambarkan dia memiliki kendali mutlak atas organisasi intelijen kerajaan.

Baca juga: Intelijen AS Sebut Mohammed bin Salman Setujui Operasi Menghabisi Jurnalis Jamal Khashoggi

Juga mengatakan akan sangat tidak mungkin untuk operasi seperti itu.,pembunuhan dilakukan tanpa persetujuannya.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi, membantah laporan itu.

Dia mengatakan tidak ada bukti apapun terhadap putra mahkota.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved