Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi dan Yunani Sepakat, Cegah Iran Memproduksi Senjata Nuklir

Kerajaan Arab Saudi dan Yunani sepakat mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan mitranya dari Yunani bertemu di

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan (kiri) dan Menlu Yunani Nikos Dendias menggelar konferensi pers di Athena tentang ambisi nuklir Iran pada Selasa (4/1/2022). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi dan Yunani sepakat mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan mitranya dari Yunani bertemu di Athena pada Selasa (4/1/2022).

Keduanya menegaskan kembali komitmen terhadap upaya untuk mencegah Iran mendapatkan akses senjata nuklir.

Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan dia dan Nikos Dendias berbicara tentang negosiasi nuklir yang goyah yang terjadi di Wina.

Antara Iran dan negara-negara P5+1: AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, dan Jerman.

“Kami membahas pentingnya mendukung upaya internasional untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," ujarnya, seperti dilansir SPA, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Arab Saudi Siap Berdialog dengan Iran Bahas Nuklir dan Senjata Pemusnah Massal

"Kami akan menghadapi pelanggaran Iran dengan program nuklir damai yang dinyatakannya,” katanya.

Pangeran Faisal, yang melakukan kunjungan keduanya ke Yunani dalam waktu kurang setahun mengatakan juga membahas perang Yaman.

Dia menyoroti keprihatinannya tentang ancaman yang ditimbulkan oleh milisi Houthi terhadap wilayah tersebut.

Terutama, serangan berkelanjutan terhadap sasaran sipil di Kerajaan dan tempat lain.

Termasuk pembajakan kapal sipil baru-baru ini di Laut Merah, dan penolakan mereka yang konsisten untuk terlibat dalam proses perdamaian.

Arab Saudi dan Yunani akan terus memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi dan militer, tambah sang pangeran.

Baca juga: Penasihat Gedung Putih ke Jerusalem, Israel Siap Hancurkan Nuklir Iran Kapanpun

Dia menegaskan kembali komitmen bersama untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu dan memerangi terorisme.

Kedua menteri itu juga meninjau perkembangan terakhir di Afghanistan.

Termasuk kebutuhan mendukung rakyat Afghanistan selama krisis kemanusiaan yang memburuk di negara itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved