Berita Aceh Tamiang
Banjir Melanda Aceh Tamiang, Pemkab Menambah Dapur Umum
Banjir yang melanda Aceh Tamiang belum sepenuhnya surut, meski curah hujan sudah menurun drastis
Salah satu daerah yang terdampak parah merupakan Dusun Matangcengal yang hingga kini masih sulit dilalui.
“Tadi malam Matangcengal terisolir, tapi kondisi rumah di sana rata-rata tinggi, jadi tidak ada rumah yang terendam,” kata Aji, sapaan Fakhrurrazi.
Aji menjelaskan, belum surutnya air dari kawasan permukiman berkaitan erat dengan kondisi tanggul yang kian kritis.
Bila sebelumnya kerusakan tanggul hanya di Rantaupakam dan Telukhalban, kini ditemukan beberapa kerusakan baru.
Kerusakan terparah disebutnya terletak di Kampung Raja dan Marlempang.
Khusus di Kampung Raja, perbaikan sudah dilakukan dengan mengerahkan alat berat pada Senin (3/1/2022).
Baca juga: Pesisir Tamiang Masih Banjir, Dapur Umum Ditambah Menjadi 33 Titik
Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Harus Empat Kali Naik Rakit ketika Meninjau Kampung Babo
Namun, Aji tidak yakin perbaikan darurat itu bisa membendung gelombang air bila terjadi peningkatan arus.
“Butuh perbaikan lebih maksimal lagi, dan kami juga khawatir karena tanggul di sepanjang kampung sudah rendah, ketinggiannya perlu ditambah untuk menahan air,” kata Aji saat memantau banjir bersama Kapolsek Bendahara, Ipda Agus Gani.
Bantuan Terus Disalurkan
Bupati Aceh Tamiang, Mursil menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya telah menyalurkan beras 18 ton untuk masyarakat yang terimbas banjir.
Bantuan ini pun dipastikannya akan ditambah, menyusul telah tibanya bantuan dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos dan Dinas Sosial Aceh yang diterimanya langsung pada Selasa (4/1/2022).
“Dari Provinsi dan Kemensos sudah tiba, saya sendiri yang menerimanya,” kata Mursil.
Bantuan dari Direktorat PSKBA Kemensos meliputi minyak goreng 90 bungkus, mi instan 100 dus dan telur ayam 1.000 kilogram.
Selain itu makanan siap saji sebanyak 600 paket, perlengkapan keluarga berupa popok bayi dan pembalut wanita, peralatan evakuasi berupa tenda gulung/serbaguna keluarga, matras, kasur serta 200 paket selimut.
Sementara dari Dinas Sosial Aceh berupa 370 dus air mineral, 338 dus mi instan, 80 dus minyak goreng, 55 dus biskuit, 172 kilogram gula pasir, 55 dus kecap, 55 dus sarden dan 55 dus sambal.
“Kesehatan warga menjadi tanggung jawab kami, jangan sampai ada yang terlantar selama banjir terjadi,” kata Mursil. (mad)
Baca juga: Turun ke Lokasi, Kapolda Aceh Berikan Bantuan untuk Korban Banjir
Baca juga: Kondisi Banjir, Polda Minta Pengguna Jalan Raya di Aceh Monitor Imbauan BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-tamiang-0401.jpg)