Internasional

Polisi Niger Amankan 200 Kg Kokain dari Mobil Wali Kota Saat Menuju Libya

Polisi Niger berhasil menggagalkan penyelundupan 200 kg kokain ke Libya dengan mobil wali kota. Polisi juga menangkap seorang wali kota setempat dan

Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Polisi memperlihatkan tersangka bersama barang bukti kokain sebagai penangkapan terbesar di Niamey, Niger. 

SERAMBINEWS.COM, NIAMEY - Polisi Niger berhasil menggagalkan penyelundupan 200 kg kokain ke Libya dengan mobil wali kota.

Polisi juga menangkap seorang wali kota setempat dan sopirnya di sebuah gurun di utara Niger.

Kedua tersangka, yang tidak disebutkan namanya, diduga mengangkut narkoba itu ke Libya setelah diselundupkan ke negara itu dari Mali.

Badan kepolisian narkoba Niger mengatakan itu menjadi jumlah terbesar kokain yang disita negara Afrika Barat itu, seperti dilansir BBCNews, Kamis (6/1/2022).

Penyelundupan narkoba dan penyitaan polisi menjadi lebih umum di wilayah tersebut.

Baca juga: Polisi Dubai Amankan 500 Kg Kokain, Narkoba Terbesar di Kawasan Timur Tengah

Kantor Pusat Niger untuk Penindasan Perdagangan Obat Gelap (OCRTIS) mengatakan mengetahui sejumlah besar kokain yang diangkut melalui negara itu menuju Libya.

Kemudian, katanya, puluhan anggota polisi dikerahkan untuk mengikuti jejaknya.

"Penyelidikan mengarah pada penyitaan 2 Januari 2022 terhadap 199 bungkus kokain dengan berat total 214kg," kata juru bicara OCRTIS Nana Aichatou Ousmane Bako.

"Kokain ditemukan di dalam kendaraan milik kantor wali kota di Fachi," tambahnya.

Kendaraan itu meninggalkan Fachi dan menuju Libya menuju kota Dirkou ketika dihentikan pada Minggu (2/1/2022).

"Ini pertama kalinya negara kita menyita kokain dalam jumlah besar," kata Bako.

Baca juga: Petugas Bandara Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan 1,7 Kilogram Kokain

Dia menambahkan obat-obatan terlaran itu menuju Eropa, di mana diperkirakan memiliki nilai jual sekitar $19 juta, sekitar Rp 273 miliar.

Walikota dan sopirnya dibawa ke ibu kota Niger, Niamey untuk diinterogasi.

Fachi, sebuah oasis di gurun Tenere sekitar 400km utara kota Agadez.

Dikenal sebagai pusat perdagangan garam dan kurma.

Wilayah ini digunakan sebagai rute untuk berbagai jenis perdagangan.

Seperti memindahkan narkoba antara Amerika Selatan dan Eropa dan penyelundupan migran.(*)

Baca juga: Bea Cukai dan BNNP Kepri Tangkap Pria Inggris, Lakukan Penyelundupkan Kokain dalam Barang Kiriman

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved