Berita Luar Negeri
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev: Tembak Mati Perusuh, Stabilkan Harga Bahan Bakar
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menegaskan, dirinya memerintahkan personel keamanan untuk menembak tanpa peringatan
JAKARTA - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menegaskan, dirinya memerintahkan personel keamanan untuk menembak tanpa peringatan terlebih dahulu jika terjadi kerusuhan kembali terkait dengan stabilitas negara tersebut.
Dia menegaskan, ada 20.000 'bandit' yang sudah menyerang pusat keuangan Almaty dan menghancurkan properti negara dalam peristiwa tersebut sebelumnya.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Presiden juga mengatakan pasukan penjaga perdamaian yang dikirim dari Rusia dan negara-negara tetangga telah tiba atas permintaan Kazakhstan.
Pasukan itu berada di negara itu untuk sementara guna memastikan keamanan.
Dia mengatakan perintah tembak langsung itu adalah bagian dari operasi 'kontra-teroris'.
"Para militan belum meletakkan senjata mereka, mereka terus melakukan kejahatan atau sedang mempersiapkannya.
Perang melawan mereka harus dilakukan sampai akhir.
Siapa pun yang tidak menyerah akan dihancurkan," kata Tokayev di televisi pemerintah.
Tokayev juga berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin serta para pemimpin Cina, Uzbekistan dan Turki atas bantuan mereka untuk mengamankan upaya pemberontakan sebelumnya.
Sebelumnya, dia mengklaim situasi di negaranya kini telah terkontrol, Jumat (7/1/2022).
Namun di hari yang sama, sebanyak 28 polisi dan 16 demonstran dilaporkan tewas akibat kerusuhan.
Mengutip ABC News, di antara 28 polisi yang meninggal ada petugas yang ditemukan dipenggal kepala.
Selain itu, lebih dari 3.000 orang telah ditahan akibat kerusuhan ini.
Kerusuhan Kazakhstan membuat pemerintah pada Kamis (6/1/2022) membatasi harga bahan bakar cair (LPG) selama enam bulan.
Sebelumnya, terjadi kenaikan harga LPG yang memicu kerusuhan di Kazakhstan hingga memakan korban jiwa.
Baca juga: Kerusuhan Besar Landa Kazakhstan, Militer Bunuh Puluhan Pendemo ketika Serbu Gedung Pemerintah
Baca juga: Abaikan Imbauan Presiden Jokowi, Anggota DPR Studi Banding ke Kazakhstan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/polisi-anti-huru-hara-kazakhstan-merangsek-ke-pengunjuk-rasa.jpg)