Berita Luar Negeri
5.000 Orang Kehilangan Rumah, Kamp Pengungsi Rohingya Kembali Terbakar
Ribuan orang Rohingya kehilangan tempat tinggal setelah kebakaran menghanguskan kamp pengungsi mereka di tenggara Bangladesh
Saya sekarang hidup di bawah langit terbuka.
Aku kehilangan mimpiku,” tambah dia.
Pada Maret tahun lalu, 15 orang tewas dan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh, setelah kebakaran besar menghancurkan rumah-rumah Rohingya di pemukiman pengungsi terbesar di dunia.
Mohammad Yasin (29 tahun), mengeluhkan kurangnya peralatan keselamatan kebakaran di kamp-kamp.
“Kebakaran sering terjadi di sini.
Tidak mungkin kami bisa memadamkan api.
Tidak ada air.
Rumah saya terbakar.
Banyak dokumen yang saya bawa dari Myanmar juga dibakar.
Dan di sini dingin,” katanya.
Kobaran api lainnya mengoyak pusat perawatan Covid-19 untuk pengungsi di kamp pengungsi lain di distrik itu Minggu lalu, tidak menimbulkan korban jiwa.
Bangladesh dipuji karena menerima pengungsi yang melarikan diri melintasi perbatasan dari Myanmar.
Tetapi hanya sedikit yang berhasil dilakukan untuk menemukan rumah permanen bagi mereka.
Pengungsi Rohingya dari Myanmar telah bertahun-tahun berlayar ke negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mencari perlindungan.
Bulan lalu, Indonesia mengizinkan sebuah kapal yang penuh dengan pengungsi Rohingya, yang terdampar di lepas pantainya, untuk berlabuh setelah ada seruan dari organisasi bantuan untuk mengizinkan kapal tersebut mencari perlindungan.(kompas.com)
Baca juga: Viral Bocah Rohingya Ini Minta Sedekah Sambil Marah-marah ke Pengendara Mobil di Jalanan Ibu Kota
Baca juga: Usai Diperiksa, Satu Wanita Rohingya di Larikan ke Rumah Sakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-rohingya-berkumpul-di-lokasi-rumah-mere.jpg)