Kamis, 23 April 2026

Internasional

PBB Segera Adili Penjahat Perang Suriah, Cepat Atau Lambat

PBB akan segera mengadili para penjahat perang di Suriah, baik cepat maupun lambat. Bahkan, pengadilan dapat digelar di dalam atau luar negeri.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Terdakwa, mantan perwira intelijen Suriah Anwar Raslan (kanan), memberi isyarat di sebelah pengacaranya di ruang sidang Pengadilan Koblenz, Jerman barat, pada Kamis (13/1/2022) 

Bachelet mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejak Jerman dengan menyelidiki dan menuntut kejahatan internasional.

Tetapi, harus menggunakan prinsip-prinsip yurisdiksi universal dan ekstra-teritorial yang mapan.

Dia mengatakan persidangan Raslan memberikan sorotan baru yang sangat dibutuhkan pada jenis penyiksaan yang memuakkan.

Termasuk perlakuan kejam dan benar-benar tidak manusiawi, serta seksual yang hina yang menjadi sasaran banyak warga Suriah di fasilitas penahanan.

Baca juga: Suriah Padamkan Kobaran Api dari Ledakan Besar Serangan Udara Israel di Pelabuhan Latakia

“Ini adalah lompatan maju dalam mengejar kebenaran, keadilan dan reparasi untuk pelanggaran hak asasi manusia serius di Suriah selama lebih dari satu dekade,” ujarnya.

Putusan itu berfungsi sebagai pencegah yang kuat dan akan membantu mencegah kekejaman di masa depan, kata Bachelet.

Dia mendesak negara-negara lain untuk mengintensifkan upaya memperluas jaringan pertanggungjawaban bagi mereka yang bersalah atas konflik Suriah.

“Ini menjadi contoh yang jelas tentang bagaimana pengadilan nasional dapat dan harus mengisi kesenjangan akuntabilitas untuk kejahatan semacam itu," tambahnya.

"Di mana pun mereka melakukannya, melalui investigasi dan pengadilan yang adil dan independen," jelasnya.

"Harus dilakukan sesuai dengan hukum dan standar hak asasi manusia internasional,” tambahnya.

Bachelet juga memberikan penghormatan kepada para korban Suriah, keluarga mereka dan organisasi masyarakat sipil.

Karena telah menerjang hambatan luar biasa dalam seruan untuk mencari keadilan.

Selusin kasus pidana dan perdata lainnya yang melibatkan mantan pejabat pemerintah Suriah dan anggota kelompok bersenjata lainnya sedang berlangsung di Jerman.

Baca juga: Prancis Tangkap Pria Pemasok Bahan Senjata Kimia ke Suriah

Termasuk negara-negara lain, Austria, Prancis, Hongaria, Swedia, Swiss, dan Belanda.

Dewan Keamanan (DK) PBB telah bertahun-tahun menyerukan mereka yang bersalah atas kejahatan Suriah untuk dimintai pertanggungjawaban.

Tetapi belum menyerahkan masalah tersebut ke Pengadilan Kriminal Internasional karena Suriah tidak masuk dalam Statuta Roma.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved