Berita Pidie
Dilema Tambang Rakyat Geumpang, Mampu Beli Mobil dan Bangun Rumah
Tambang emas di pegunungan Geumpang, Pidie dinilai menjadi dilema. Sebab, satu sisi tambang itu dianggap merusak alam dan berdampak lingkungan karena
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: M Nur Pakar
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tambang emas di pegunungan Geumpang, Pidie dinilai menjadi dilema.
Sebab, satu sisi tambang itu dianggap merusak alam dan berdampak lingkungan karena pengelolaannya dianggap ilegal.
Tapi, bagi warga, tambang emas rakyat itu merupakan warisan leluhur yang kini dikerjakan masyarakat.
"Tambang emas telah banyak merubah nasib warga Geumpang, khususnya Aceh umumnya," kata Humas FM-Geuma Jamaluddin, dalam rilis dikirim kepada Serambinews.com, Senin (17/1/2022).
Menurutnya, saat bencana tsunami menerjang Aceh, tentunya perubahan pun terjadi.
Geumpang dan Mane yang dahulunya basis Gerakan Aceh merdeka (GAM) di masa konflik Aceh.
Baca juga: Massa Hadang Polisi Saat Beko Diamankan ketika Tambang Liar di Geumpang Digerebek
Sehingga warga Geumpang dan Mane harus merasakan pahit bertahan hidup dalam situasi perang di Aceh.
Sebab, ungkap Jamaluddin, Geumpang adalah tempat persembunyian para pejuang GAM.
Namun, musibah tsunami Aceh menjadikan Geumpang sebagai primadona.
Saat itu seluruh warga Geumpang bergotong -royong untuk menyediakan bekal bagi siapa saja yang melintas dalam mencari sanak saudaranya yang hilang akibat tsunami.
"Satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Banda Aceh dengan wilayah Barat Selatan adalah lintas Geumpang," ujarnya.
Jamaluddin menjelaskan pada 2007, warga Geumpang senang dengan beroperasinya tambang emas.
Baca juga: Gerebek Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Pegunungan Geumpang, Polisi Sita Dua Beko
Dikatakan, tambang Geumpang merupakan tambak rakyat, yang telah merubah nasib warga Geumpang, terutama warga Aceh.
Menurutnya, Geumpang kecamatan paling ujung dan tertinggal di Kabupaten Pidie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humas-fm-geuma-jamaluddin.jpg)