Sabtu, 25 April 2026

Berita Luar Negeri

ABK WNI Masih Ditahan Milisi Houthi, Kemenlu Minta Bantu UAE

Kementerian Luar Negeri mendorong Uni Emirat Arab (UAE) untuk melakukan beragam upaya guna melepaskan 11 anak buah kapal (ABK)

Editor: bakri
AFP/STR
Pejuang yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengambil posisi di garis depan al-Jawba menghadapi milisi Houthi, di Provinsi Marib pada 14 Januari 2022. 

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mendorong Uni Emirat Arab (UAE) untuk melakukan beragam upaya guna melepaskan 11 anak buah kapal (ABK), termasuk di dalamnya satu WNI, yang ditahan milisi Al Houthi, Yaman.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha mengatakan, kapal yang ditumpangi WNI dengan inisial SHP (Surya Hidayat) tersebut berbendera UAE dan perusahaan pemilik kapal tersebut pun berasal dari UAE.

"Dalam konteks ini kami mendorong UAE sebagai negara bendera kapal dan tempat perusahaan pemilik kapal mengupayakan berbagai macam upaya untuk melepaskan seluruh ABK kapal yang ditahan kelompok Houthi," kata Judha dalam press briefing secara virtual, Kamis (20/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Judha pun menjelaskan, ABK WNI melakukan kontak terakhir dengan keluarga pada 18 Januari lalu.

Pada komunikasi terakhir tersebut, Surya menyampaikan kondisinya dalam keadaan baik dan mendapatkan perlakukan baik oleh kelompok Houthi.

"Jadi pada tanggal 18 Januari lalu sudah ada komunikasi yang difasilitasi oleh kelompok Houthi antara SHP dengan keluarga," kata Judha.

Untuk melepaskan Surya dari Houthi, Kemenlu juga telah melakukan kontak dengan berbagai pihak, yakni KBRI Abu Dhabi, Muscat, dan Riyadh.

Baca juga: AS Segera Kembali Tetapkan Milisi Houthi Sebagai Kelompok Teroris, Usai Rudal UEA

Baca juga: Milisi Houthi Rudal Stasiun Bahan Bakar di Marib, Ingin Rebut Kembali Bukit Al-Faliha

Pada press briefing pekan lalu, Judha sempat mengatakan alasan penyanderaan kapal oleh kelompok Houthi masih samar.

Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi mengenai isi kargo kapal tersebut sehingga menyebabkan Surya disandera oleh kelompok Houthi.

Namun demikian, ia memastikan, pemerintah tengah berupaya untuk bisa memastikan keselamatan ABK yang saat ini sudah berada di darat dan masih diawasi oleh kelompok milisi tersebut.

"Masih simpang siur informasi mengenai isi kargonya seperti apa.

Ada yang bilang peralatan medis, ada yang bilang peralatan militer.

Kita dalam konteks ini tidak masuk ke arah sana karena fokus kita adalah bagaimana memastikan keselamatan ABK," kata dia..

UAE Desak AS Tetapkan Houthi Sebagai Organisasi Teroris

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Yousef Al Otaiba meminta pemerintah dan parlemen Amerika Serikat (AS) mendukung penetapan kembali kelompok pemberontak Houthi sebagai organisasi teroris.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved