Breaking News:

Pembunuhan

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Gadis Remaja di Kebun Kopi, Video Pelaku Rudapaksa Korban Beredar

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Satreskrim Polres Aceh Tengah, diketahui motif pembunuhan itu diduga lantaran adik sakit hati kepada kakaknya.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kasat Reskrim, Iptu Ibrahim SH MH mengatakan dari hasil penyelidikan dan penyidikan Satreskrim Polres Aceh Tengah, diketahui motif pembunuhan itu diduga lantaran adik sakit hati kepada kakaknya. 

Kecam Beredarnya Video Pelaku

Sementara itu, Tenaga Ahli Psikolog pada P2TP2A Bener Meriah, Ismi Niara Bina, S.Psi.,M.Psi mengecam keras terkait beredarnya video tersebut.

"Terduga pelaku yang merupakan anak di bawah umur saat ini telah ditahan dan menjalani proses hukum di Polres Aceh Tengah," ujarnya.

Mayat Gadis Remaja di Kebun Kopi, Diduga Dibunuh Adik Kandung

Maka dari itu, ia mengharapkan semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Mengingat, kejadian pembunuhan itu sangat tragis dan mengejutkan semua pihak sehingga menarik perhatian berbagai kalangan.

"Di tengah proses hukum yang tengah berjalan kita kembali dikejutkan dengan beredarnya foto-foto pelaku saat menjalani proses hukum," ungkapnya.

Hal ini menurutnya, sangat disayangkan mengingat terduga pelaku masih di bawah umur.

Jelasnya lagi, pihak P2TP2A Bener Meriah sempat mengingatkan dan menyampaikan keberatan secara lisan dan telah ditanggapi dengan baik oleh pihak polres Aceh Tengah.

"Namun ternyata kita kembali dikejutkan dengan beredarnya video introgasi terduga pelaku," ucapnya.

Analis kebijakan perlindungan khusus anak dan pemenuhan hak anak Dinas PP PA dan KB Bener Meriah ini menambahkan, meskipun kasus ini tergolong kejahatan yang sangat mengerikan, tetapi pelaku juga manusia, seorang anak yang memiliki orang tua dan keluarga.

Dimana, saat ini keluarganya sedang berada dalam kondisi shock sekaligus tertekan.

Selain itu, sambungnya, hak-hak pelaku juga dilindungi oleh Undand-undang perlindungan anak dan undang-undang ITE yang ancaman hukumannya minimal 8 tahun kurungan dan denda minimal 3 miliar rupiah, bagi orang yang menyebarkan foto dan video tersebut.

Menurutnya, penyebaran foto dan video terduga pelaku dipandang sebagai pelanggaran berat kode etik penegak hukum.

"Untuk itu kami dari P2TP2A Bener Meriah yang memiliki kewenangan dalam memberikan perlindungan khusus bagi anak yang berurusan dengan hukum, sekali lagi akan melakukan koordinasi dan kembali mengingatkan pihak-pihak yang terlibat dengan proses hukum pelaku agar tidak melupakan dan mengabaikan haknya," tegasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved