Berita Politik
PPP Aceh Keluarkan 14 ASN dari Pengurus, Amiruddin Idris: Kami Minta Maaf
Jagat politik Aceh dalam dua hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya 14 nama yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dalam struktur
BANDA ACEH - Jagat politik Aceh dalam dua hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya 14 nama yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dalam struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh periode 2021-2026.
Pasalnya, masuknya ASN aktif dalam kepengurusan partai jelas-jelas melanggar aturan.
Sebagaimana diketahui, kepengurusan baru DPW PPP Aceh dinakhodai oleh Dr H Amiruddin Idris SE MSi yang saat ini menjabat anggota DPRA dan Sekretaris H Ilmiza Saaduddin Djamal MBA.
Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP tentang penetapan dirinya sebagai Ketua DPW PPP Aceh telah diterima Dr Amiruddin Idris pada Selasa (18/1/2022) siang di Jakarta.
Berita tentang kepengurusan baru ini langsung heboh setelah kopian SK kepengurusan beredar di media sosial.
Bukan karena penetapan ketua baru, melainkan adanya nama ASN dalam struktur baru.
Menariknya, dari sejumlah nama tersebut beberapa diantaranya mengaku mereka tidak pernah dihubungi untuk dimintai kesediaannya dan mereka merasa namanya dicatut partai.
Dr M Adli Abdullah yang dihubungi Serambi, Kamis malam, mengaku sudah tak ada masalah lagi.
“Ka clear (Sudah selesai).
Baca juga: Usai Heboh, PPP Aceh Revisi Struktur dan Keluarkan ASN dari Kepengurusan, Ini Kata Sekretaris DPW
Baca juga: DPP PPP Tetapkan Dr Amiruddin Idris sebagai Ketua DPW PPP Aceh
Bek tapeurayek le (Jangan dibesar-besarkan lagi),” kata Staf Ahli Khusus Bidang Adat di Kementerian ATR/BPN ini.
Dari 14 nama pengurus tersebut, tiga nama mengisi posisi Majelis Syariah dan 11 nama mengisi Majelis Pakar.
Mereka adalah Tgk H Mutiara Fahmi LC, Tgk Muhammad Faisal MAg, dan Dr Tgk H Muhammad Amin Caleue.
Ketiganya mengisi posisi Majelis Syairah DPW PPP Aceh (lihat boks).
Dengan keluarnya SK tersebut, sebenarnya menjadi kabar baik bagi partai berlambang kakbah ini setelah selesainya musyawarah wilayah (muswil) IX yang berlangsung pada 28 Mei 2021.
Sebab, lebih setengah tahun terjadi ketidakpastian dalam penetapan ketua baru karena Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tidak langsung mengumumkan nama ketua terpilih berdasarkan pilihan tim formatur.
Padahal kala itu sempat beredar kabar yang terpilih sebagai Ketua DPW PPP Aceh untuk menggantikan M Amri Ali bukanlah Amiruddin Idris melainkan abangnya, H Anwar Idris yang saat ini menjabat anggota DPR RI.
Sebab saat muswil, yang mendaftar sebagai kandidat ketua ada tiga nama yaitu Tgk H Amri M Ali (petahana), Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, dan Drs H Anwar Idris masing-masing anggota DPR RI.
Meskipun tidak tercatat sebagai calon ketua saat muswil, tapi akhirnya DPP PPP memilih dan menetapakan Pak Rektor--sebutan untuk Amiruddin Idris--sebagai ketua wilayah untuk lima tahun mendatang.
Tapi setelah keluar SK kepengurusan baru, persoalan lain muncul.
Ada 14 nama ASN yang masuk dalam struktur partai yang seharusnya tidak terjadi, sebab melanggar aturan.
Baca juga: Heboh, Ada Nama ASN Dalam Struktur PPP Aceh, dari Rektor UIN Hingga Karo Setda Aceh
Setelah heboh, Ketua DPW PPP Aceh Amiruddin Idris langsung merevisi atau mengeluarkan mereka yang berstatus ASN dari struktur kepengurusan yang baru saja ditetapkan itu.
Surat usulan penarikan nama pengurus yang masih aktif sebagai ASN tersebut dikirim ke Ketua Umum DPP PPP, H Suharso Monoarfa di Jakarta pada Kamis (20/1/2022).
Sekretaris DPW PPP Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal yang dikonfirmasi Serambi tidak membantah adanya pengurus yang masih berstatus ASN pada sejumlah lembaga di Aceh.
Ilmiza menjelaskan, para ASN tersebut ditarik ke dalam partai karena PPP membutuhkan masukan pemikiran dari akademisi.
Di sisi lain mereka juga memiliki kedekatan emosional dengan para pengurus.
"Terkait nama-nama ASN yang masuk tentunya partai politik membutuhkan masukan pemikiran dari orang-orang cerdas dan para akademisi.
Pencantuman mereka karena juga ada kedekatan emosional selama ini dengan para pengurus," katanya.
Namun nyatanya, kehadiran para ASN yang berstatus mulai dari rektor, dosen, hingga Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh itu mendapat sorotan tajam dari publik.
"Tapi kalau memang tidak memungkinkan baik secara aturan maupun etika, kami dari partai siap dan telah menyurati DPP PPP untuk selanjutnya merevisi SK khusus para tokoh ASN tersebut," ungkap Ilmiza.
Hal senada disampaikan Amiruddin Idris.
Ketua DPW PPP Aceh Dr H Amiruddin Idris SE MSi mengatakan, nama-nama yang masuk dalam kepengurusan di Majelis Syariah dan Majelis Pakar DPW PPP Aceh masa bakti 2021-2026 merupakan usulan teman-temannya.
“Ini pengusulan teman-teman sejak 7 bulan yang lalu,” kata Amiruddin kepada Serambi yang menghubunginya per telepon, Kamis (20/1/2022) malam.
Beberapa tahun silam, kata Amiruddin Idris, dewan pakar dibolehkan dari ASN aktif.
Ini mungkin yang membuat pihaknya lupa menyesuaikan dengan aturan yang kini sudah berubah.
“Dulu bisa, sekarang nggak bisa lagi ternyata,” katanya.
Kata Amiruddin, berbeda dengan pengurus lainnya, dewan pakar hanya sesekali diundang untuk memberikan masukan-masukan.
“Dewan pakar ini tidak diundang kecuali memberikan pemikiran-pemikiran, saran-saran.
Ini kan orang pintar-pintar,” katanya.
Dikatakan, pihaknya pun bergerak cepat dengan mengusulkan ke DPP untuk mengeluarkan mereka dari kepengurusan tersebut, karena melanggar aturan.
Kecuali itu, Amiruddin juga mengaku sudah menghubungi beberapa di antara mereka untuk meminta maaf.
“Sebagian besar yang saya kenal sudah saya hubungi, kami minta maaf atas kesalahan ini.
Sudah saya buat surat ke DPP,” tandasnya.
Terkait pengganti, Amiruddin mengaku sedang dibicarakan.
Jika mengacu pada aturan, kata dia, jumlah anggota majelis pakar dan majelis syariah ini fleksibel.
“Dewan pakar tidak disebutkan berapa orang.
Kalau tidak ada pun tidak masalah.
Kalau ada pengurus lama yang masih ingin berkontribusi, ya silakan,” tandas anggota DPRA ini. (mas/sak)
Nama-nama yang Diusul Dikeluarkan dari Pengurus DPW PPP Aceh
Majelis Syariah:
- Tgk H Mutiara Fahmi LC
- Tgk Muhammad Faisal Mag
- Dr Tgk H Muhammad Amin Caleue
Majelis Pakar:
- Prof Dr Tgk H Warul Walidin AK MA
- Prof Dr Apridar SE MSI
- Dr Drs Muzakir Samidan Prang SH MH Mpd
- Dr Nazarudin Ismail MA
- Dr H Muammar Khadafi SE MSi AkCA
- Dr Adli Abdullah SH MCL
- Dr H Muhammad Haikal SE MM
- Dr Rozanna Dewi Msc
- Dr Maskur Mag
- Dr Hendra Syah
- H Usamah El Madny SAg MM
Baca juga: Kader PPP Aceh Silaturahmi dengan Waketum DPP Arsul Sani
Baca juga: Kader PPP Aceh Silaturrahmi dengan Waketum DPP Arsul Sani, Ini yang Dibahas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ppp-aceh-tarik-pengurus-status-asn.jpg)