Rabu, 8 April 2026

Khanduri Laot, Tradisi Adat yang Masih Terjaga di Leupung

Menurut warga, kegiatan Khanduri Laot dilaksanakan satu kali dalam dua tahun, yang merupakan tradisi turun temurun yang masih terjaga hingga saat ini.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah

Khanduri Laot, Tradisi Adat yang Masih Terjaga di Leupung

SERAMBINEWS.COM, LEUPUNG ACEH BESAR – Sejumlah bocah laki-laki terlihat mondar-mandir mengumpulan satu-persatu piring kotor dari kursi ke kursi.

Pada tenda dan bangunan di TPI Lhok Seudu suasana berbeda dari hari biasa.

Ratusan warga silih berganti berdatangan untuk menikmati hidangan kuah beulangong yang berpadu dengan lauk pauk lainnya.

Pada hari itu, Sabtu (22/1/2022), di sana terselenggara Khanduri Laot. Oleh karena itulah kesibukan sejumlah bocah laki-laki tersebut untuk membantu kesuksesan acara.

Baca juga: Berkunjung ke Aceh, Sandiaga Uno Santap Kuah Belangong Saat Khanduri Maulid

Baca juga: Masyarakat Kemukiman Tungkob Rayakan Maulid Akbar, Dimeriahkan Ragam Kegiatan, Termasuk Donor Darah

Menurut warga, kegiatan Khanduri Laot dilaksanakan satu kali dalam dua tahun, yang merupakan tradisi turun temurun yang masih terjaga hingga saat ini.

Pada hari itu, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sibuk menyiapkan makanan di lokasi tempat Khanduri Laot digelar.

Khanduri Laot merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah Swt.

Selain menikmati hidangan, dalam acara tersebut juga diisi dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim.

Panglima Laot Lhok Leupung, M Hassan Is mengatakan Khanduri Laot ini sudah menjadi adat istiadat khusus bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Persamaan Nasib dan Hukum Adat Laot, Mengikat Aceh Sambut Rohingya

Ia menyebut khanduri ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka dan masih terus terjaga hingga saat ini

“Kita hanya melaksanakannya saja peninggalan orang tua kita dulu supaya generasi akan datang, momen yang seperti ini jangan hilang,” kata pria yang akrab disapa Ngoh Hassan itu.

Dikatakannya, para nelayan akan dilarang keras melakukan aktivitas melaut selama tiga hari ketika Khanduri Laot digelar.

Bagi nelayan yang melanggar akan dikenakan sanksi adat dan juga ada larangan memancing bagi masyarakat luar.

Pada siang itu, ratusan warga dan tamu undangan memadati TPI Lhok Seudu, menikmati santap siang di pinggir dermaga.

Baca juga: Panglima Laot Pidie Serahkan Satu Set Kitab Kuning untuk Santriwati Juara I MQK Aceh II Alif Rizkia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved