Wawancara Khusus
Tidak Semua Orang Radikal Otomatis Menjadi Teroris
Brigardir Jenderal Polisi Ahmad Nurwahid, mengungkapkan, pihaknya telah memetakan daerah-daerah yang dianggap memiliki indeks potensi radikalisme
DIREKTUR Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Brigardir Jenderal Polisi Ahmad Nurwahid, mengungkapkan, pihaknya telah memetakan daerah-daerah yang dianggap memiliki indeks potensi radikalisme tinggi.
Hanya saja, Nurwahid menegaskan tak semua daerah dengan indeks potensi radikalisme yang tinggi selalu menjadi daerah yang mensupply atau memproduksi para teroris.
Berikut petikan wawancara khusus Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwahid dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendraputra:
Di Direktorat Pencegahan, tentu untuk mencegah sesuatu perlu mapping. Apakah BNPT punya mapping?
Pasti dan sesuai dengan amanah UU ataupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, maka semua mapping tadi harus dilandasi pada riset.
Maka kami ada yang namanya hasil riset tentang indeks potensi radikalisme. Jadi kita mapping, survei terhadap masyarakat yang masih moderat, yang sudah anti Pancasila, yang sudah anti pemerintahan yang sah, kemudian masyarakat yang cenderung antibudaya dan kearifan lokal.
Kalau petanya sudah diketahui, kemudian apa yang Anda lakukan?
Ada tiga. Yang pertama kita lakukan vaksinasi ideologi melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai nasionalisme, Pancasila lewat pendekatan agama, melalui format silaturahmi kebangsaan.
Kedua, melakukan kontra radikalisasi terutama mereka yang sudah OTG.
OTG dalam Covid-19 tidak ada gejala, kalau di terorisme?
OTG itu yang ketika kita survei ditanya apakah setuju kalau negara ini ideologi Pancasila diganti khilafah, nah yang menjawab setuju.
Kemudian ditanya bagaimana pendapat terkait Pancasila dijawab harusnya diganti negara Islam.
Nah yang seperti itu OTG. Kemudian yang ketiga, pencegahan disini membantu Densus 88 didalam rangka preventif strike, setelah indikator radikalisme tadi, mereka masuk jaringan teror, kita koordinasi dengan Densus 88 dan Densus 88 sebagai eksekutor di dalam law enforcement melakukan preventif strike.
Menindak, menangkap guna mencegah sebelum mereka beraksi.
Jadi ada tiga ya, pertama yang moderat supaya imun dan tidak terpapar kita cegah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/brigjen-pol-ahmad-nurwahid-direktur-pencegahan-bnpt.jpg)