Wawancara Khusus
Tidak Semua Orang Radikal Otomatis Menjadi Teroris
Brigardir Jenderal Polisi Ahmad Nurwahid, mengungkapkan, pihaknya telah memetakan daerah-daerah yang dianggap memiliki indeks potensi radikalisme
Apa pendapat Anda terkait fenomena lonewolf?
Tetap mereka melakukan aksi terorisme pasti karena terpapar paham radikal.
Mereka mungkin terpapar di dunia maya atau oleh oknum tokoh agama, tapi memang tidak terkoneksi dengan jaringan teror.
Tapi secara ideologis dia terpapar. Virus ini bisa berpotensi memapar siapa saja, tidak terikat dengan syarat, profesi, bahkan tidak juga dengan kadar intelektualitas seseorang.
Seorang profesor doktor pun kalau sudah terpapar paham, mohon maaf jadi goblok mendadak.
Ada ya intelektual yang terpapar?
Ada. Doktor Azhari, Osama bin Laden, dan Oman Abdurachman Sulaeman tokoh JAD yang sekarang sudah ditahan divonis hukuman mati tapi belum dieksekusi. Itu Oman umur 19 tahun hafal Al Quran 30 juz, berarti otaknya cerdas. Dan banyak sekali yang terpapar paham ini.(Tribunnetwork/Vincentius Jyestha)
Baca juga: Kesaksian Napi Terorisme Dalam Sidang Munarman: Saya Lebih Pilih Abang daripada Thagut
Baca juga: Saksi Ungkap Keterlibatan Munarman dalam Aksi Terorisme, Didasari Bom Gereja Katedral Filipina 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/brigjen-pol-ahmad-nurwahid-direktur-pencegahan-bnpt.jpg)