Wawancara Khusus
Tidak Semua Orang Radikal Otomatis Menjadi Teroris
Brigardir Jenderal Polisi Ahmad Nurwahid, mengungkapkan, pihaknya telah memetakan daerah-daerah yang dianggap memiliki indeks potensi radikalisme
Pertama melibatkan unsur kementerian lembaga, pemerintah daerah dan pemerintah. Kedua melibatkan unsur akademisi.
Ketiga melibatkan komunitas, bisa ormas keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, kemudian komunitas musik, budaya.
Keempat, komunitas bisnis, baik BUMN, pengusaha swasta untuk terlibat aktif dalam penanggulangan radikalisme.
Yang kelima itu media, media itu signifikan sekali karena radikalisasi selama ini lebih banyak dilakukan di dunia maya.
Dan yang harus dicatat, hasil lembaga survei yang cukup kredibel menyebutkan ada 67 persen lebih konten keagamaan intoleran dan radikal mendominasi di dunia maya.
Ada orang yang pernah terpapar di Lamongan, Jawa Timur bernama Ali Fauzi. Apakah itu termasuk pihak yang digandeng BNPT untuk melakukan pencegahan?
Radikalisme itu kan virus. Virus itu kalau sudah lemah itu bisa menjadi anti virus.
Makanya model seperti Ali Fauzi dan mantan napi terorisme ini kita jadikan mitra deradikalisasi untuk membantu BNPT atau negara dalam memvaksinasi ideologi, kontra radikalisasi bahkan deradikalisasi.
Baca juga: Munarman: Saya akan Tuntut di Akhirat Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme
Baca juga: Polisi Tangkap 370 Tersangka Terorisme di Sepanjang 2021, Kapolri: Jangan Sampai Muncul Korban
Ada idiom bahwa banyak orang radikal atau mantan radikal yang paham isi kepalanya orang radikal.
Makanya mereka yang masih terpapar dalam program deradikalisasi, baik tersangka, terdakwa, terpidana maupun mantan narapidana dia akan lebih welcome kepada mantan narapidana terorisme.
Orang semacam Ali Fauzi tentu tidak aman karena dianggap kolaborator polisi dan pemerintah. Bagaimana cara meyakinkan dia tidak sendiri?
Pertama tentu kita bermitra dengan mereka itu harus ikut memonitor dan mengawasi serta memproteksi.
Kedua, kita bangun komunitas.
Ketiga, kita kolaborasi dengan Densus 88, kepolisian setempat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dan tentunya mereka mantan napiter ini sudah tahu bahayanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/brigjen-pol-ahmad-nurwahid-direktur-pencegahan-bnpt.jpg)