Berita Banda Aceh
PT Mifa Bersaudara Bersaudara Kembali Diziinkan Ekspor Batu Bara ke India
PT Mifa Bersaudara kembali diizinkan mengekspor batu bara ke India.Larangan ekspor telah dicabut oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
PT Mifa Bersaudara kembali diizinkan mengekspor batu bara ke India.
Larangan ekspor telah dicabut oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Sehingga, usaha yang dilakukan Gubernur Aceh, H Ir Nova Iriansyah MT bersama Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur MT telah membuahkan hasil.
Surat Dirjen Mineral dan Batubara Nomor T -389/MB.05.DJB.B/2022 prihal pencabutan pelaran penjulan batubara ke luar negeri, tertanggal 26 Januari 2022 yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Perdagngan Luar Negeri, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Direktrur Jenderan Perhubungan Laut, PT Mifa Bersaudara masuk dalam daftar 32 perusahaan tambang batu bara yang larangan ekspor penjualan batubaranya ke luar negeri dicabut.
Hal ini disampaikan Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur MT kepada Serambi, Rabu (27/1).
Dikatakan, dirinya telah menerima kiriman surat langsung dari Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin.
Mahdinur merasa bersyukur, karena perjuangannya bersama Gubernur Aceh dan instansi lainnya telah berhasil.
Sehingga, menggolkan PT Mifa Bersaudara dan PT BEL untuk kembali mengekspor batubara.
PT Mifa Bersaudara dan PT BEL, adalah perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Aceh Barat dan Nagan Raya.
Produksi batubara perusahaan itu, adalah batubara berkalori rendah atau di bawah 3.000.
Sedangkan PLTU Nagan I dan II milik groupnya PT PLN Persero, yang berada di Nagan Raya dan Meulaboh Aceh Barat, mesin pembangkit tenaga uap listriknya membutuhkan batubara berkalori di atas 3.500.
PT Mifa Bersaudara sudah menawarkan kepada PLTU Nagan I dan II, tapi perusahaan tersebut menyatakan, batubara PT Mifa belum sesuai spek batubara yang dibutuhkan msin pembangkit PLTU Nagan I dan II.
Baca juga: Pemerintah Aceh Miliki Kewenangan Pengelolaan Pertambangan, Termasuk Batubara
Baca juga: PT Mifa dan PT BEL Miliki Stok Batubara Satu Juta Ton, Larangan Berlanjut, Operasional Bisa Terhenti
Namun demikian, untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar PLTU Nagan I dan II, PT Mifa bersaudara, dalam setiap produksi dan kegitan eskpornya tetap menyisihkan 20 persen produksi batubara untuk kebutuhan lokal, termasuk PLTU Nagan I dan II, sewaktu-waktu membutuhkannya.
Tawaran batubara PT Mifa Bersaudara, kata Kadis ESDM Aceh, Mahdinur tidak hanya ditujukan kepada PLTU Nagan I dan II di Aceh Barat dan Nagan Raya, tapi setiap ada PLTU yang ada di Indonesia, ditawarkan, tapi hampir semua PLTU PLN yang ada di dalam negeri menyatakan, batubara PT Mifa, belum sesuai spek mesin pembangkit PLTU milik PLN.(her)
Baca juga: Gubernur Beri Rekomendasi PT Mifa dan PT BEL Ekspor Batubara, Pemerintah Pusat Masih Tutup Kran
Baca juga: Perusahaan Tambang Batubara Penyumbang PNBP Terbesar di Aceh, Nilainya Capai Rp 158 M
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-ekspor-batubara-di-kantor-esdm-aceh.jpg)