Kamis, 21 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Sensasi Arung Jeram di Sungai Mane, Pidie

Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman- teman melakukan sebuah petualangan ke Pidie, salah satu daerah yang penuh dengan beragam keindahan

Tayang:
Editor: bakri
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMAN 4 Banda Aceh, Anggota FAMe Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli, Pidie 

Atas dasar keprihatinan itu, ia mengajak warga untuk bekerja mengelola wisata arung jeram, sehingga mengurangi dampak kerusakan alam.

Selain itu, besar harapan mereka dengan berdirinya Jambo Adventure dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: Kejurda Aceh Arung Jeram Open R4 Peusangan River Selesai, Ini Juaranya

Soalnya, dari pemandu, makanan, hingga moda transportasi, semua menggunakan jasa masyarakat di dusun tersebut, sehingga perputaran ekonomi dengan berdirinya tempat wisata itu dapat dirasakan langsung oleh warga, selain pengunjung bisa berlibur.

Pembangunan tempat wisata Jambo Adventure sangat strategis, karena tepat di pinggir jalan utama Tangse-Geumpang, dengan luas 30 × 80 m.

Mereka menawarkan fasilitas alami dengan pemanfaatan alam dan kearifan lokal Mane.

Di sana juga sudah tersedia kamar mandi dan musala untuk ibadah.

Dari Jambo Adventure menuju ke lokasi ‘start rafting’ pengujung naik mobil pikap yang sudah disediakan, titik awal arung jeram di Pante Dua dan finish di Lhok Pula Pingkui, lebih kurang 16 km, perkiraan waktu satu sampai dua jam.

Nah, ada yang unik, definisi jeram adalah aliran air yang deras dan menurun (air terjun di sungai), tapi masyarakat Mane menamai jeram-jeram yang ada di sungai dengan nama bermacam- macam, seperti Lhok Pula Pingkui, Lhok Tunggoek, dan lain-lain.

Pertama sekali menginjakkan kaki di sungai, kesejukan air sungai sangat terasa.

Riakan dan gemuruh sungai dengan jeramnya masih sangat asli.

Keseruan berpacu di Sungai Geumpang begitu terasa, karena selain arusnya yang deras, juga terdapat berbagai rintangan yang cukup menantang.

Baca juga: Peserta Arung Jeram Bergelut dengan Derasnya Krueng Peusangan

Di beberapa bagian sungai, peserta arung jeram harus menghindari dahan pohon yang menutup hampir sebagian luas sungai.

Ada juga jeram yang merentang di sungai sehingga ketika melewatinya kami harus menunduk dalam perahu.

Pada beberapa bagian sungai terdapat banyak batu besar dan jeram yang cukup dalam.

Hal yang cukup menyenangkan, selama menyusuri sungai panorama yang disuguhkan pemandangan berganti- ganti, seperti menepuk air sungai dengan dayung untuk membangunkan kalong yang sedang tidur, lalu mereka terbang secara berjemaah, membuat keindahan langit menjadi sangat luar biasa.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved