Breaking News:

Arkeologi

Loyang Mendale Diusul jadi Open Site Museum Arkeologi

Sylviana mengatakan paparannya tersebut merupakan tugas akhir mahasiswa bimbingannya, Tirna Gemasih yang dirampungkan pada 2018.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Konsep ide dan Sylviana Marahayu Irfani 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Areal Loyang Mendale, tempat ditemukannya kerangka dan benda-benda Gayo prasejarah berusia 8400 tahun, diusulkan menjadi Museum Arkeologi dalam bentuk Open Site Museum atau museum terbuka.

Usulan itu disampaikan Sylviana Mirahayu Ifani, dosen arsitektur berdarah Gayo di Universitas Pancabudi Medan yang sedang menempuh program doktoral di Irlandia saat menjadi pembicara dalam “Dialog Gayo Prasejarah” di Balai Arkeologi Sumatera Utara (Balar Sumut) belum lama ini.

Sylviana mengatakan paparannya tersebut merupakan tugas akhir mahasiswa bimbingannya, Tirna Gemasih yang dirampungkan pada 2018.

Ide konsep Open Site Museum Loyang Mendale bersumber dari motif “emun beriring Kerawang Gayo.”

“Open Site Museum adalah untuk museum yang khusus dimana koleksi memiliki hubungan erat dengan lokasi tempat koleksi ditemukan seperti Loyang Mendale,” kata Sylviana.

“Open Site Museum berada di area terbuka, menampilkan koleksi sesuai apa adanya di lokasi yang sebenarnya. Kalau koleksi yang ditemukan tidak bisa ditampilkan di lokasi asli karena alasan keamanan, misalnya, maka koleksi asli bisa dipindah ke tempat lebih aman dan di lokasi ditampilkan replika sesuai aslinya. Ini bisa dilakukan,” lanjut Sylviana.

Persegel FC Juarai Turnamen HUT Pemuda Tungkop Setelah Tumbangi PSaM Kuta Padang

Ia lalu memperlihatkan rancangan Open Site Museum Loyang Mendale, dimaksudkan sebagai institusi yang dapat membangun budaya dan identitas bangsa; untuk kepentingan pelestarian budaya dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya bangsa; dan lembaga otentikasi identitas nasional di masa silam dan sekaligus memproyeksikannya di masa depan; dan sarana pendidikan non formal.

Konsep ini sejalan dengan tiga pilar kebijakan permuseuman Indonesia, bahwa museum sebagai sarana mencerdaskan bangsa; memperkuat kepribadian bangsa; memperkuat ketahanan nasional dan wawasan nusantara.

Menurut Sylviana, karena Open Site Museum adalah jenis museum yang lokasinya pada berada pada lokasi ditemukannya koleksi, yang disajikan langsung di lapangan sebagaimana adanya, sehingga pengunjung dapat menangkap nuansa temuan koleksi dan sekaligus memperoleh maknanya.

Petugas Ambil Sampel Darah dan Feses untuk Teliti Sapi Mati Mendadak di Gayo Lues

“Museum Situs Loyang Mendale dilihat dari aspek fungsi, merupakan bagian dari penelitian, sehingga perancangan diharapkan tidak mengganggu proses penelitian yang mungkin akan berlangsung lama. Begitu juga dari aspek pendidikan, hasil penelitian, memberikan pengetahuan dan sumber pendidikan bagi pengunjung,” katanya.

Begitu juga dari segi perancangan, informasi penelitian dan koleksi museum bisa tersampaikan dengan baik. Selanjutnya juga diperhatikan upaya pelestarian, Open Site Museum Loyang Mendale adalah sebuah usaha melestarikan kebudayaan yang ada di Gayo.

Sehingga elemen perancangan sebaiknya selaras dengan budaya yang ada dalam Situs Loyang Mendale.

“Juga ada fungsi rekreatif bagi pengunjung, maka penting dipertimbangkan elemen yang bisa menghibur dalam satu bagian yang integral, aspek lingkungan, iklim, lanskap dan sebagainya.”

Dari aspek sosial budaya, lanjut Sylviana, harus memasukkan bahwa situs Loyang Mendale adalah rangkaian identitas masyarakat Gayo, sehingga harus selaras dengan budaya yang ada di lokasi tersebut.

Rancangan Open Site Museum Loyang Mendale secara rinci telah membagi zonasi-zonasi, meliputi area lubang galian, swafoto, ruang pertunjukan, penjualan souvenir, workshop gerabah, parker dan sebagainya, yang diperhitungkan secara cermat.

“Zonasi ini ditentukan sedemikian rupa sehingga pemandangan alam Gayo terintegrasi di dalamnya dengan view terbaik, termasuk analisa vegetasinya,” kata Sylviana.(*)

Sumber: Sinyal
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved