Jurnalisme warga
Sensasi Wisata Sejuk di Aceh Tengah
Hampir semua rumah bagus, hotel, dan gedung perkantoran pemerintah ataupun swasta menggunakan alat penyejuk ruangan (air conditioner) agar adem
Semua sayuran dan buah tersebut dibagikan kepada saudara, tetangga, dan teman-temannya sebagai oleh-oleh dari Takengon.
Dengan menggunakan empat unit mobil, kami konvoi dari Banda Aceh pukul 09.00 WIB, setelah ngumpul di Lambaro sebagai starting point.
Baca juga: Grand Renggali, Hotel Indah di Pinggir Danau Lut Tawar, Suasananya Seperti di New Zealand
Kami singgah di beberapa tempat untuk istrahat, shalat, dan makan.
Perjalanan darat santai dari Banda Aceh ke Takengon kami tempuh dalam delapan jam, sudah termasuk berhenti di dua tempat (Sigli dan Bireuen).
Sekitaran pukul 5 sore kami tiba di sebuah hotel di Takengon.
Semua kami istirahat sebentar, lalu menikmati makan malam dan jalan-jalan seputaran Kota Takengon.
Bagi yang baru pertama kali ke Takengon, semilir angin sejuk langsung terasa menusuk tulang.
Maka, jangan lupa pakai jaket.
Saat malam larut, kami pun kembali ke hotel untuk tidur.
Gowa Putri Pukes Kunjungan pertama kami adalah ke Gua Putri Pukes.
Baca juga: Pemkab Survei Destinasi Wisata
Lokasi ini tak jauh dari Kota Takengon.
Letaknya di pinggir jalan besar menuju ke Bintang, kecamatan paling ujung timur Danau Lut Tawar.
Tarif jasa memasuki gua ini murah sekali.
Hanya Rp5.000 per orang.
Cukup hanya untuk biaya kebersihan dan sedikit upah jerih beberapa petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-dewan-pakar-forum-pengurangan-risiko-bencana-forum-prb-aceh-dr-taqwaddin.jpg)