Berita Banda Aceh
Suplai Solar Mulai Dikurangi
Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Luengbata, Banda Aceh, masih saja terjadi
“Sejak akhir Januari hingga kini, Pertamina mulai mengatur kembali penjualan solar bersubsidi secara bijak dan proporsional, dengan maksud agar kuota bulanannya tertap terjaga.
Dan kalaupun terjadi kelebihan, tidak terlalu besar,” terang Toke Awi, sapaan akrab Nahrawi Noerdin.
Menurutnya, jika kuota penyaluran nulanan solar subsidi melampui target, maka yang akan menanggung biaya subsidi adalah Pertamina, bukan pemerintah.
Baca juga: Anggota DPRA Dorong Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi, Terkait Antre di Nagan dan Aceh Barat
“Makanya Pertamina di daerah mengendalikan penyaluran solar subsidi itu agar tepat sasaran dan tidak salah sasaran,” terangnya.
Tidak Dibatasi, Tapi Diatur
Sales Area Manager PT Pertamina Aceh, Sonny Indro Prabowo menjelaskan, penyaluran solar subsidi (biosolar) tidak dibatasi, tapi diatur kembali, sesuai dengan kondisi lapangan.
“Biaya subsidinya cukup besar, makanya diatur distribusinya,” terangnya.
Dia mencontohkan kebutuhan biosolar di SPBU Luengbata rata-rata per hari 12-14 KL, Maka, jika hari ini dikirim sebanyak 16 KL, besoknya di kirim 8 KL, sehingga totalnya menjadi 24 KL.
“Berarti distribusi yang dilakukan Pertamina masih memenuhi kebutuhan harian,” ungkap Sonny.
“Kalau untuk solar nonsubsidi, Pertamina tidak membatasi.
Diminta 16 KL, sebanyak itu kami kirim.
Makanya stok BBM nonsubsidi jarang putus.
Kita berharap, bus dan truk yang tak kebagian biosolar bisa menggunakan Dexlite.
“Kami terus berupaya agar suplai solar subsidi ke SPBU sesuai kebutuhan lapangan, agar kondisinya tetap normal,” pungkasnya. (her)
Baca juga: Pertamina Diminta Jamin Stok Solar, Truk Antre Berjam-jam di SPBU
Baca juga: Sopir Truk Mengeluh Antre Berjam-jam di SPBU, Dampak Pasokan Solar Tersendat di Nagan Raya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/solar-67uhm.jpg)