Berita Banda Aceh
Suplai Solar Mulai Dikurangi
Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Luengbata, Banda Aceh, masih saja terjadi
BANDA ACEH - Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar solar di SPBU Luengbata, Banda Aceh, masih saja terjadi.
Antrean itu sebagai dampak pengurangan suplai solar ke SPBU tersebut dari 16 kiloliter (KL) atau 16.000 liter menjadi 8 KL per harinya.
Erwan, pengawas pengisian SPBU Luengbata mengatakan, terbatasnya persediaan solar bersubsidi di SPBU yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sudah terjadi sejak Januari 2022.
Kini, setiap harinya dijaringan aplikasi penebusan solar ada pengumuman penebusan solar subsidi (biosolar).
“Senin (14/2/2022), SPBU Luengbata masih diberikan kuota solar sebanyak 16 KL.
Penebusan yang kami lakukan sebanyak itu, Tapi hari ini, Pertamina menerbitkan pengumuman di aplikasi jaringan penebusan bahan bakar minyak, SPBU Leungbata hanya diizinkan menebus solar subsidi 8 KL, maka sebanyak itu yang kami ajukan,” tandasnya.
Namun untuk jenis BBM nonsubsidi, seperti Dexlite, yang harganya saat ini sudah naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 12.150/liter, tak ada batas permintaan.
“Berapa pun yang diminta SPBU, Pertamina mengabulkannya.
Tapi untuk solar bersubsidi, Pertamina yang mengatur dengan maksud menjaga kuota agar penyalurannya tidak malampui target,” terang Erwan.
Baca juga: Suplai Solar Subsidi Berkurang ke SPBU Sejak Minggu Keempat Januari sampai Minggu Kedua Februari
Baca juga: Solar Langka, Truk Antre di SPBU Lueng Bata Banda Aceh Hingga Macet
Diungkapkan, ada beberapa perusahaan yang mengambil solar subsidi dari SPBU Luengbata.
Seperti bus JRG, Putra Pelangi, Simpati Star, truk barang Sepakat Group, truk ekspedisi dan truk kuning di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.
”Kalau stok solar subsidi sebanyak 9 KL dilepas semua, sebentar saja habis,” ujarnya.
Ketua Hiswanamigas Aceh, Nahrawi Noerdin mengatakan, Hiswanamigas hanya sebagai mitra Pertamina dalam pendistribusian bahan bakar subsidi dan nonsubsidi.
Sementara soal pengaturan penebusan BBM subsidi, itu menjadi kewenangan penuh Pertamina.
Pihaknya hanya bisa menyarankan dan mengusulkan, sedangkan putusan ada pada Pertamnina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/solar-67uhm.jpg)