Jumat, 10 April 2026

Berita Jakarta

Jokowi Minta Vaksinasi Dipercepat, 189,3 Juta Orang Sudah Divaksin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Editor: bakri
BPMI SETPRES/LUKAS
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi di beberapa daerah secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (17/2/2022). 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Sebab, menurut Presiden, vaksinasi menjadi salah satu kunci menurunkan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Jokowi mengatakan, vaksinasi juga harus dipadukan dengan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

Dia yakin dua hal itu bisa segera memulihkan Indonesia dari pandemi.

”Saya rasa kalau dua hal ini bisa kita tingkatkan secara masif di masyarakat, Insya Allah negara kita akan segera masuk dari pandemi ke endemi," kata Jokowi saat meninjau progres vaksinasi di seluruh daerah secara virtual, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (18/2/2022).

Jokowi menyebutkan, kasus kematian pasien Covid-19 varian Omicron saat ini didominasi oleh orang-orang yang belum menerima vaksin.

Karena itu, Presiden memerintahkan anak buahnya untuk mengajak masyarakat ikut vaksinasi.

"Jadi, varian Omicron ini bisa kita kendalikan kalau dua hal penting ini kita lakukan, yang pertama percepatan vaksinasi, yang kedua protokol kesehatan.

Hanya itu saja sudah," tutur Jokowi.

Pada saat yang sama, Jokowi meminta pemberian vaksinasi, terutama dosis ketiga atau booster digencarkan di daerah-daerah padat seperti pasar dan pertokoan.

Baca juga: Efek Samping Vaksinasi Booster, Demam hingga Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya

Baca juga: Sekda Aceh Ingatkan ASN Terus Patuhi Prokes dan Sosialisasi Vaksinasi, MPU Imbau Pakai Produk Halal

"Yang booster dikonsentrasikan saja di tempat-tempat yang interaksi masyarakat tinggi.

Yang paling penting yang bisa disampaikan ke masyarakat," kata Jokowi.

"Mungkin di pasar atau di pertokoan yang interaksinya antar-masyarakat tinggi," tambah Presiden.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Jokowi, mayoritas warga yang meninggal selama penyebaran varian Omicron berasal dari tiga kelompok.

Pertama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, kedua warga lanjut usia, dan ketiga warga yang belum menerima vaksinasi lengkap atau baru menerima satu dosis vaksin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved