AS dan Israel Serang Iran
11 Ton Uranium Iran Menghilang Usai Serangan AS
Investigasi terbaru The New York Times mengungkap fakta mengejutkan: Iran telah mengumpulkan sekitar 11 ton
Ringkasan Berita:
- Iran telah mengumpulkan sekitar 11 ton uranium yang diperkaya dalam delapan tahun terakhir, sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015.
- Namun kini, sebagian besar persediaan tersebut justru tidak diketahui keberadaannya setelah rangkaian serangan militer terbaru.
SERAMBINEWS.COM – Investigasi terbaru The New York Times mengungkap fakta mengejutkan.
Iran telah mengumpulkan sekitar 11 ton uranium yang diperkaya dalam delapan tahun terakhir, sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015.
Namun kini, sebagian besar persediaan tersebut justru tidak diketahui keberadaannya setelah rangkaian serangan militer terbaru.
Berdasarkan laporan triwulanan IAEA, Teheran secara bertahap meningkatkan kapasitas nuklirnya sejak 2018, ketika sanksi AS kembali diberlakukan.
Awalnya, Iran masih mematuhi batasan ketat, tetapi situasi berubah cepat.
Baca juga: IDF: Tanpa Memusnahkan Uranium, Perang Iran Bisa Berakhir Gagal dan Memalukan
Pada 2021, Iran mulai memperkaya uranium hingga 20 persen, ambang penting menuju bahan senjata nuklir.
Tak berhenti di situ, tingkat kemurnian meningkat hingga 60 persen dalam beberapa tahun berikutnya, mendekati level 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Upaya pemerintahan Joe Biden untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir gagal total.
Bahkan pada 2025, pertumbuhan stok uranium Iran disebut mencapai level tercepat sejak pengawasan internasional dimulai.
Situasi semakin memanas pada Juni 2025, ketika Trump yang kembali menjabat presiden meluncurkan Operasi “Midnight Hammer”. Serangan tersebut menargetkan fasilitas nuklir utama Iran, termasuk Natanz Nuclear Facility, Fordow Fuel Enrichment Plant, serta terowongan penyimpanan di dekat Isfahan.
Dampaknya besar. Beberapa minggu setelah serangan, Iran menghentikan kerja sama dengan IAEA, memutus inspeksi internasional dan membuat status persediaan uranium menjadi tidak terverifikasi.
Sebagian material diduga terkubur di bawah puing-puing fasilitas yang dibom atau disimpan di lokasi bawah tanah yang diperkuat.
Meski pemantauan satelit masih berlangsung, para ahli mengakui sulit memastikan kondisi dan akses uranium tersebut.
Pemerintahan Trump mengklaim sisa persediaan uranium kini memiliki kegunaan terbatas akibat kerusakan infrastruktur.
Namun para analis memperingatkan, kemungkinan adanya lokasi pengayaan rahasia, terutama di sekitar Isfahan, tidak bisa diabaikan.
Dengan pengawasan internasional yang terhenti dan stok uranium yang “menghilang”, ketegangan baru terkait program nuklir Iran pun kembali membayangi dunia.(*)
Penghapusan Uranium
AS Pertimbangkan Barter Uranium
AS Berambisi Curi Uranium
Uranium Iran
Misteri 450 Kg Uranium Iran
AS Berambisi Rebut Uranium Iran
Serambinews.com
Serambinews
| IDF: Tanpa Memusnahkan Uranium, Perang Iran Bisa Berakhir Gagal dan Memalukan |
|
|---|
| Pemimpin Tertinggi Iran: Tempat Amerika di Teluk Persia Hanya di Dasar Laut |
|
|---|
| Kesal tak Bantu AS dalam Perang Iran, Pentagon akan Tarik 5.000 Tentara dari Jerman |
|
|---|
| Surat Trump ke Kongres: Perang AS–Iran Resmi Berakhir, Tapi Tekanan Militer Tetap Jalan |
|
|---|
| Trump Akui AS Bertindak Seperti Bajak Laut, Sebut Menyita Kapal Iran Bisnis Menguntungkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Uranium-y89ikkl.jpg)