Berita Sabang
Gubernur Ajak MAA Rangkul Generasi Milenial dan Generasi Z
Kekerasan terhadap perempuan dan anak, narkoba dan game online menjadi ujian di dunia modern saat ini, terutama game online dan narkoba
“Namun, harus dimaklumi, bahwa adat Aceh bukanlah norma yang kaku dan pasif. Adat Aceh adalah norma yang dinamis, sejalan dengan jiwa orang Aceh yang selalu menginginkan perubahan menuju perbaikan hidup yang terus berkembang dari hari ke hari. Ini, menjadi tantangan tersendiri bagi MAA,” imbuh Nova.
Gubernur mencontohkan, di masa lalu adat Aceh belum banyak berbicara tentang birokrasi, narkoba, human trafficking, teknologi informasi, tentang baik buruknya media sosial, dan sebagainya. Namun kini, hal itu menjadi tak terpisahkan saat berbicara tentang adat. Karenanya, pengetahuan adat juga harus dilakukan melalui penulisan, penerbitan naskah hingga disebarkan melalui platform digital agar dapat dibaca generasi sekarang, karena tidak efektif lagi diturunkan melalui pesan verbal.
Gubernur juga berpesan, agar kekuarga besar MAA menjadikan raker ini sebagai momentum dalam upaya memberikan solusi bagi penguatan adat Aceh, beriring dengan perumusan kebijakan adat yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial budaya lainnya di tengah-tengah masyarakat Aceh seperti maraknya narkoba, mitigasi bencana, penguatan pendidikan, kearifan lokal, peradilan adat dan lain sebagainya.
“Misalnya, dalam hal penguatan adat Aceh, MAA haruslah mampu membangun semangat lembaga-lembaga adat yang telah tertuang dalam Qanun Aceh, seperti pawang glee, haria peukan, peutua sineubok, dan keujruen blang, agar berfungsi kembali dengan baik. Memikirkan solusi, bagaimana membangun gairah orang Aceh untuk terus bekerja keras dalam menjaga adat dan budayanya, membantu memajukan gampong dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan seni budaya Aceh,” kata Gubernur berpesan.
Gubernur menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut, MAA tentu tidak bisa bergerak sendir. Kerja-kerja tersebut harus dilakukan secara bersama dengan melibatkan para pemerhati dan pemangku kepentingan adat, termasuk para ulama, akademisi, para cendekiawan dan juga Pemerintah Aceh.
Oleh karena itu, Gubernur mengimbau agar agar MAA aktif membangun jaringan komunikasi yang sinergis dengan segenap unsur pemerintahan, DPRA, LSM dan kelompok masyarakat Aceh di manapun mereka berada. Dengan demikian, MAA akan lebih eksis dan dikenal oleh masyarakat luas sehingga lebih mudah menyebarkan informasi mengenai nilai-nilai adat Aceh yang multi-kultural, yang mampu membangun spirit power rakyat Aceh untuk menyongsong masa depan lebih baik.
“Selamat mengikuti Rapat Kerja MAA yang tentu akan menghasilkan kesepakatan untuk menjadikan adat Aceh sebagai identitas dan spirit yang membawa Aceh sebagai daerah yang bermartabat di negara kita ini,” pungkas Gubernur.
MAA Apresiasi Kehadiran Gubernur
Sebelumnya, Ketua 1 Kolektif Koligial MAA Tgk Yusdedi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan dan kehadiran Gubernur Aceh pada Raker MAA tahun 2022.
“Ini merupakan kali pertama Raker MAA dibuka dan dihadiri Gubernur Aceh. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada Pak Gubernur atas kehadirannya,” ujar Yusdedi.
Dalam kesempatan tersebut, Yusdedi juga mengapresiasi lahirnya Qanun nomor 8 tahun 2019. “Terima kasih Pak Gubernur, kami tahu bagaimana perjuangan Bapak untuk menetapkan Qanun ini,” imbuh Yusdedi.
Kepada para peserta, Yusdedi juga mengingatkan, bahwa sebagai lembaga adat, MAA harus mampu hadir sebagai contoh bagi lembaga-lembaga lain.
“Lembaga Kita adalah patron, contoh bagi lembaga lain. Ingat, kemarin telah secara bersama kita arungi laut untuk berkumpul bersama di Sabang ini. Dan, mulau hari ini kita menggelar raker, mari kita laksanakan raker dengan baik, raker yang dapat membawa pencerahan bagi kita semua dan menjadi contoh bagi lembaga lain,” kata Yusdedi.
Sementara itu, Wali Kota Sabang T Nazaruddin, dalam sambutannya menegaskan dukungannya terhadap penguatan MAA sebagai sebuah lembaga adat, dalam upaya mendukung salah satu program Aceh Hebat, yaitu Aceh Meuadab.
“Bagaimana pun juga, sesuai ajaran agama kita, bahwa Adab berada di atas ilmu. Oleh karena itu, kami masyarakat Sabang siap mendukung pelaksanaan raker MAA di Sabang. Kuatnya MAA tentu menjadi modal penting bagi upaya kita mensyiarkan nilai-nilai agama melalui melalui adat ke-Acehan yang Islami,” ujar Nazaruddin.
Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Ketua DWP Aceh Safrida Yuliani, Wakil Ketua Majelis Adat Aceh, Ketua MAA Kabupaten/Kota, Pengurus MAA Masa Bakti 2021-2026, Ketua MAA Perwakilan luar Aceh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gubernur-aceh-ir-nova-iriansyah-mt-membuka-rapat-kerja-mejelis-adat-aceh-maa.jpg)