Selasa, 2 Juni 2026

Berita Gayo Lues

Penyebab Kematian Mendadak Ternak Warga di Galus Masih Misterius, Sampelnya tidak Diuji di Medan

Padahal, sudah tiga minggu lebih, sampel yang diambil dari ternak yang mati mendadak dikirim ke laboratorium di Medan, Sumatera Utara.

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Salah satu bangkai ternak warga yang mati mendadak di Kecamatan Dabun Gelang, Galus, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Ternak warga yang mati mendadak di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus), hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Padahal, sudah tiga minggu lebih, sampel yang diambil dari ternak yang mati mendadak dikirim ke laboratorium di Medan, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, Rabu (23/2/2022), warga di Kecamatan Dabun Gelang hingga kini masih was-was dan khawatir untuk melepaskan hewan peliharaan mereka, setelah lima ekor sapi milik warga sebelumnya mati mendadak.

Warga pun khususnya masyarakat Desa Panggur dan Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang berharap dapat mengetahui penyebab kematian hewan peliharaan tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 5 ekor sapi bali milik warga di dua desa di Kecamatan Dabun Gelang dilaporkan mati mendadak.

Sebelumnya dilaporkan bahwa ternak itu mati mendadak akibat minum obat pederes getah pinus  yang dipasang di batang pohon tersebut.

Baca juga: Petugas Ambil Sampel Darah dan Feses untuk Teliti Sapi Mati Mendadak di Gayo Lues

"Sebenarnya sudah tiga minggu lebih sampel dari sapi yang mati tersebut diambil oleh petugas kesehatan hewan dari kabupaten untuk diuji ke laboratorium, namun hingga kini belum diketahui hasilnya,” ujar warga.

“Padahal warga dan pemilik ternak di kecamatan itu meminta hasil laboratorium terhadap penyebab kematian ternak itu dapat diketahui secara pasti," lanjut salah seorang pemilik ternak di Desa Panggur, Kecamatan Dabun Gelang itu kepada Serambinews.com, Rabu (23/2/2022).

Secara terpisah, Kabid Peternakan Galus, Adnan kepada Serambinews.com, Rabu (23/2/2022), mengaku, hingga saat ini hasil uji laboratorium terkait penyebab kematian ternak warga di Kecamatan Dabun Gelang belum diterima dan diketahui, karena belum dikirim pihak laboratorium.

"Sampel yang diambil dan dikirim ke laboratorium di Medan sebelumnya, ternyata dikirim ke laboratorium di Bogor, bahkan setelah ditanyakan beberapa hari lalu melalui telepon ke pihak laboratorium di Medan, sampel itu dikirim ke laboratorium di Bogor,” terang Adnan.

Baca juga: Ternak Mati Mendadak di Galus Diduga Gegara Minum Obat Penderesan Getah Pinus, Dinas Lakukan Ini

“Namun, hingga saat ini kita belum menerima hasil laboratorium terhadap penyebab kematian ternak warga dari Galus itu," sebutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved