Pariwisata
Teungku Agam: Wisata Sabang Harus Maju, Iman Jangan Terganggu
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh itu diikuti oleh para pemuka agama.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Muhammad Nasir I Sabang
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom atau yang akrab disapa Teungku Agam, membuka Pembekalan Pencegahan Pendangkalan Aqidah, Kamis (24/2/2022) di Aula Kantor Wali Kota Teungku Agam: Wisata Sabang Harus Maju, Iman Jangan Terganggu.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh itu diikuti oleh para pemuka agama.
Tengku Agam saat pembukaan menyebutkan, rusaknya generasi muda saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan masa-masa lalu. Jika dimasa lalu otak anak-anak dan remaja rusak akibat kecelakaan, di zaman ini otak anak-anak rusak akibat teknologi.
"Saya pikir kalau anak-anak kita dulu rusak otaknya karena ketabrak mobil, ketabrak motor. Tapi sekarang rusak otak anak kita didalam kamar mandi, dalam kamar tidur, bermain game online," sebut Walikota Sabang ini.
• Semaraknya CisS Days di TK Khalifah Aceh 3, Mulai Baksos Hingga Gema Anak Sholeh & Tour ke Sabang
Menurut Tengku Agam, banyak tantangan di Kota Sabang dalam hal membentengi aqidah umat Islam, mengingat Sabang sebagai daerah pariwisata.
Dalam kesempatan ini, ia mengajak semua pihak untuk membangun Pariwisata Kota Sabang, namun soal keimanan jangan diganggu.
"Meunyo pakat meugon ta meungon, meunyo pakat meurakan ta meurakan. Tapi soal aqidah, ata kah kah keu kah, ata lon keu lon (kalau ajak berteman kita berteman, kalau ajak bersahabat kita bersahabat. Tapi soal aqidah, aqidah-mu untuk-mu, aqidah saya untuk saya -red)," tegas Tengku Agam.
Ia mengapresiasi MPU Aceh yang telah melaksanakan kegiatan pembekalan, pencegahan pendangkalan aqidah di Sabang.
Menurutnya kegiatan seperti ini sejatinya bukan hanya tugas ulama saja, melainkan semua pihak mulai dari pemerintah dan masyarakat harus memberi perhatian bagi kelestarian Islam dan aqidah dalam dada generasi muda di Kota Sabang.
Pencegahan aqidah menurutnya tidak hanya dicegah door to door, akan tetapi juga dimulai dari dalam keluarga kita masing-masing.
• VIDEO Abiya Jeunieb dan Bang Joni Kapluk Kunjungi Asrama Karantina Haji di Sabang
"Pada kesempatan yang berbahagia ini mari sama-sama kita jaga aqidah anak-anak kita. Rusak otak anak kita dengan teknologi canggih, termasuk handphone juga," tutupnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali dalam sambutannya menyampaikan, perkembangan dunia sekarang ini cukup pesat, terutama sekali perkembangan IT.
"Perkembangan dunia sekarang ini cukup luar biasa, maju dan berkembang cukup pesat di luar jangkauan manusia. Terutama sekali dalam perkembangan IT. Dengan perkembangan IT ini banyak hal yang membuat kita harus mengikuti perkembangan IT itu, dalam rangka menjaga aqidah kita termasuk perilaku kita dalam hidup berbangsa," jelas Abu Faisal.
"Tentunya kegiatan yang dilakukan MPU Aceh ini dalam rangka menjaga aqidah kita. Aqidah bukan hanya dalam konteks menjaga seseorang dalam koridor ibadah kepada Allah SWT. Tapi aqidah juga menciptakan rasa cinta kita kepada negara ini," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisata-88090.jpg)