Siaga Banjir
Cuaca Ekstrem Landa Aceh Tamiang, BPBD Aceh Tamiang Siaga Banjir
Syahri belum bisa memprediksi sampai kapan cuaca esktrem ini berakhir. Namun berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi ini bagian dari cuaca ekst
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Cuaca ekstrem yang melanda Aceh Tamiang menyebabkan daerah ini diguyur hujan selama dua hari, 25-26 Februari 2022.
Guyuran hujan ini terjadi sepanjang hari dengan intensitas sedang dan lebat serta dilaporkan merata mulai dari hulu hingga hilir.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri mengatakan BMKG memperkirakan dampak hujan lebat di wilayah Aceh menyentuh 14 kabupaten/kota.
“Salah satunya Aceh Tamiang, kita termasuk daerah berstatus waspada,” kata Syahri, Sabtu (26/2/2022).
• Siaga Banjir dan Longsor, Pemkab Aceh Selatan Lakukan Ini, 8 Pos Damkar Tersebar untuk 16 Kecamatan
Syahri belum bisa memprediksi sampai kapan cuaca esktrem ini berakhir. Namun berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi ini bagian dari cuaca ekstrim yang terjadi mulai awal Januari 2022 dan mencapai puncaknya pada Februari 2022.
“Kalau dari prakiraan semula, kita ini sudah mencapai puncaknya,” ujarnya.
Syahri mengungkapkan guyuran hujan ini berpotensi menyebabkan banjir, longsor dan jembatan putus.
Sebagai antisipasi, BPBD Aceh Tamiang ditegaskannya sudah menyiagakan petugas.
“Kami imbau masyarakat agar berhati-hati bila beraktivitas di luar rumah, kalau bisa jangan memaksakan diri beraktivitas di luar rumah,” saran Syahri.
• Banjir Surut, Aceh Timur Siaga Banjir Susulan
Terpisah, Camat Bandarpusaka Cakra Agie Winapati memastikan ketinggian air di daerahnya masih terkendali, sehingga kekhwatiran masyarakat Kota Kualasimpang dan Karangbaru terkena banjir kiriman kecil terjadi.
Bandarpusaka merupakan salah satu daerah di hulu yang menjadi patokan terjadinya banjir di Aceh Tamiang.
“Ada peningkatan air, tapi masih dalam batas wajar,” kata Cakra.
Hal serupa disampaikan Camat Tamiang Hulu Muhammad Nur yang melaporkan kondisi air di wilayahnya kasih dalam batas wajar.
“Yang kita khawatirkan hujan di gunung, mudah-mudahan tidak terjadi,” kata Nur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hujan-u0oj.jpg)