Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional

Gempa 6,2 SR Guncang Pasaman, Siswi SMK Nangis dan Pingsan, Ada yang Terjatuh Saat Lari

Seorang guru di Pasaman Barat Rani Aprianti mengatakan, gempa yang terjadi mengagetkan warga sekolah SMK 1 Kinali Pasaman Barat

Tayang:
Editor: bakri
ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA
Warga mencari korban yang diduga terjebak di reruntuhan masjid akibat gempa di Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022). 

Gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Gempa terjadi pukul 08.39 WIB dengan lokasi 17 Km timur laut Pasaman Barat.

Seorang guru di Pasaman Barat Rani Aprianti mengatakan, gempa yang terjadi mengagetkan warga sekolah SMK 1 Kinali Pasaman Barat.

"Siswa SMK di sini lari berhamburan, panik semua, beberapa ada yang nangis-nangis, bahkan gurunya juga, karena mengingat keluarga di rumah," kata Rani, Jumat (25/2/2022).

Dia mengatakan gempa terjadi sekitar 3 menit.

"Beberapa staf di sekolah juga sudah ada yang pulang, karena rumahnya roboh.

Tapi siswa masih belum bisa dipulangkan, karena takutnya dijalanan ramai dan macet.

Dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan," ujarnya.

Guncangan kuat gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat pagi (25/2). Parameter gempa yang terjadi bermagnitudo (M)6,2 dan berlangsung pada pukul 08.39 WIB. (BPBD Sumatra Barat)
Guncangan kuat gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat pagi (25/2). Parameter gempa yang terjadi bermagnitudo (M)6,2 dan berlangsung pada pukul 08.39 WIB. (BPBD Sumatra Barat) (laman bnpb)

Rani Aprianti juga menceritakan detik-detik saat terjadinya gempa yang membuat mereka panik dan berhamburan ke luar sekolah.

Ia merasakan gempa besar terjadi sebanyak dua kali.

Baca juga: Update Korban Gempa Pasaman Barat: 5.000 Warga Mengungsi, 7 Orang Meninggal, 1 Bayi Tertimpa Plafon

Baca juga: Update Gempa Pasaman Barat, Korban Meninggal Berjumlah 7 Orang

"Saat gempa 5,2 SR, itu sudah lumayan panik tapi siswa berusaha ditenangkan guru.

Setelah itu sudah masuk lagi ke dalam, namun sebagian masih ada yang di luar," kata Rani.

Beberapa menit setelah gempa berkekuatan 5,2 SR, ternyata ada gempa yang lebih besar mengguncang.

"Getarannya benar-benar kencang, semua bergetar, ada suara gemuruh dan kaca kayak mau pecah, anak-anak panik lagi kemudian mereka ada yang nangis, pingsan, ada yang tergesa-gesa berlari hingga terjatuh sampai lututnya berdarah," ujar Rani.

Saat gempa, Rani merasakan tidak bisa berdiri dengan normal.

Kondisi tenda medis korban gempa di RSUD Pasaman Barat, 10 orang diketahui masih menjalani perawatan, Jumat (25/2/2022)
Kondisi tenda medis korban gempa di RSUD Pasaman Barat, 10 orang diketahui masih menjalani perawatan, Jumat (25/2/2022) (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved