Breaking News:

Berita Luar Negeri

Presiden Ukraina Tolak Menyerah, Moskow Batasi Akses ke Facebook

Di tengah pergerakan pasukan Rusia yang semakin menekan ibu kota negara Kiev, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menegaskan

Editor: bakri
AFp/Anatolii STEPANOV
Pasukan Ukraina melaju dengan tank menuju garis depan untuk menghadang pasukan Rusia di wilayah Lugansk, Ukraina, Jumat (25/2/2022). 

KIEV - Di tengah pergerakan pasukan Rusia yang semakin menekan ibu kota negara Kiev, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah dan tidak akan meninggalkan negaranya.

Zelensky mengatakan, ia bakal tetap berada di Kiev.

Pernyataan itu diungkapkan Zelensky lewat pesan video yang diunggah di akun twitter resminya, Sabtu (26/2/2022).

Dalam video berdurasi 39 detik itu, Zelensky tampak berada di luar bangunan kantornya di ibu kota Kiev.

“Kami [Ukraina] tidak akan meletakkan senjata kami, kami akan membela negara kami,” tegas Zelensky, sebagaimana dikutip dari Reuters.

The Kyiv Independent melaporkan dalam video tersebut, Zelensky juga mencoba meluruskan disinformasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, banyak kabar bohong yang mengatakan ia meminta militer Ukraina untuk meletakkan senjata dan melakukan evakuasi.

Sebelumnya, Amerika Serikat dikabarkan sudah menawarkan proses evakuasi untuk Zelensky.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara di Konferensi Keamanan Munich (MSC) di Munich, Jerman selatan, pada Sabtu (19/2/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP/Thomas KIENZLE)

Namun, tawaran itu ditolak Zelensky.

Ia menekankan, pertempuran ada di Tanah Airnya.

Baca juga: KBRI Bantu WNI yang Terjebak Perang Rusia-Ukraina, Kemenlu Siapkan Pesawat untuk Proses Evakuasi

Baca juga: Tentara Rusia Merangsek Masuk ke Ibu Kota Kiev, Warga Ukraina Diimbau Siapkan Bom Molotov

"Pertarungan ada di sini," tutur Zelensky seperti yang disampaikan oleh seorang senior intelijen Amerika, dikutip dari AP News, Sabtu (26/2/2022).

Orang nomor satu Ukraina itu menyebut saat ini yang paling ia butuhkan adalah bantuan amunisi anti-tank dan persenjataan, bukan 'tumpangan'.

Ia juga sudah menyerukan gencatan senjata dan memperingatkan warganya untuk tetap teguh, serta dan terus melawan pengepungan sebagai penentu masa depan Ukraina.

Dari langkah invasi penuh sejak Kamis (24/2/2022) yang dilakukan Putin, terlihat tanda-tanda yang semakin meyakinkan bahwa Rusia mungkin berusaha menggulingkan pemerintah Ukraina.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved