Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Belarusia Kirim Pasukan ke Ukraina Bantu Rusia, Putin Siagakan Nuklir

Belarus telah memberikan dukungan untuk upaya perang Rusia melawan Ukraina, tetapi sejauh ini belum mengambil bagian langsung dalam konflik tersebut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFp/Anatolii STEPANOV
Pasukan Ukraina melaju dengan tank menuju garis depan untuk menghadang pasukan Rusia di wilayah Lugansk, Ukraina, Jumat (25/2/2022). 

Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, mengatakan Minggu pagi di "Meet the Press" NBC News bahwa Presiden Putin terus meningkatkan perang ini dengan cara yang sama sekali tidak dapat diterima.

“Kita harus terus mengutuk tindakannya dengan cara yang paling kuat, sekuat mungkin,” tambahnya.

Melansir Axios, ini adalah kedua kalinya Putin menyinggung persenjataan nuklir Rusia sambil secara efektif memperingatkan Barat untuk mundur.

Baca juga: Militer Rusia Kerahkan Penyembur Api TOS-1 Dekat Perbatasan Ukraina, Mampu Gosongkan Tubuh manusia

Dalam sebuah pernyataan pada awal invasi, Putin mengatakan siapa pun yang mencoba "menghalangi kami" akan menghadapi "konsekuensi yang belum pernah ditemui dalam sejarah."

Kecemasan akan kebuntuan antara kekuatan nuklir adalah sebagian besar alasan mengapa AS dan sekutu NATO-nya begitu bersikeras sehingga mereka tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Minggu bahwa delegasi Ukraina akan bertemu dengan delegasi Rusia untuk pembicaraan damai "tanpa prasyarat" di perbatasan antara Ukraina dan Belarus.

Pejabat AS dan Ukraina mengatakan invasi Rusia tidak akan direncanakan karena perlawanan Ukraina yang lebih kuat dari perkiraan.

Kremlin dan media pemerintah terus memberi tahu Rusia bahwa tidak ada "perang" atau "invasi" yang terjadi, tetapi sebaliknya menyatakan ada operasi pertahanan terbatas di Ukraina timur.

Protes besar di Moskow dan Sankt Peterburg, meskipun ada ancaman penangkapan massal, menunjukkan bahwa banyak orang Rusia tidak mau mendukung aksi invasi yang dilakukan.

Setelah mengancam setiap publikasi independen yang melaporkan korban atau agresi Rusia dengan sensor, pemerintah bersiap untuk menindak lebih keras warganya.

Selain itu, Kremlin juga mengumumkan bahwa pemberian bantuan apa pun kepada negara asing selama operasi militer akan dianggap pengkhianatan, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BERITA RUSIA VS UKRAINA 

AKSES DAN BACA BERITA DI GOOGLE NEWS 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved