Jumat, 24 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Belarusia Kirim Pasukan ke Ukraina Bantu Rusia, Putin Siagakan Nuklir

Belarus telah memberikan dukungan untuk upaya perang Rusia melawan Ukraina, tetapi sejauh ini belum mengambil bagian langsung dalam konflik tersebut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFp/Anatolii STEPANOV
Pasukan Ukraina melaju dengan tank menuju garis depan untuk menghadang pasukan Rusia di wilayah Lugansk, Ukraina, Jumat (25/2/2022). 

Perang masih berlangsung hingga Senin (28/2/2022) pagi atau hari kelima invasi Rusia ke Ukraina.

Pukul 6.30 pagi di Ukraina saat matahari terbit, sirene udara berbunyi di Kyiv, pada hari kelima invasi. 

Banyak penduduk kota terus berlindung di bawah tanah.

Baca juga: Hari Ke-4 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Perintahkan Pasukan Nuklir Siaga, 352 Warga Sipil Tewas

Lebih banyak ledakan dilaporkan semalam di ibukota Ukraina dan kota-kota lain di seluruh negeri.

Ukraina mengklaim bahwa pasukannya berhasil menangkis beberapa serangan oleh pasukan Rusia yang mencoba menyerbu pinggiran ibu kota. 

"Kami menunjukkan bahwa kami dapat melindungi rumah kami dari tamu tak diundang," kata Komandan Angkatan Bersenjata Kolonel Jenderal Alexander Syrsky dalam sebuah pernyataan yang dirilis sekitar satu jam yang lalu, dikutip dari BBC.

Sementara itu rekaman video yang diposting semalam menunjukkan kebakaran di sebuah bangunan perumahan di Chernihiv, yang terjadi setelah dihantam oleh rudal Rusia, menurut laporan.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Kharkiv di timur, yang merupakan tempat konflik sengit pada hari Minggu setelah pasukan Ukraina merebut kembali kota terbesar kedua di negara itu dari pasukan Rusia.

Pasukan Nuklir Rusia dalam Siaga Tinggi

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan nuklir Rusia agar bersiaga tinggi saat Rusia melanjutkan invasi ke Ukraina.

Perintah itu diumumkan Presiden Vladimir Putin dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Minggu (27/2/2022).

Mengutip Axios, saat berbicara bersama menteri pertahanan dan kepala staf militer, Putin mengatakan sanksi baru-baru ini dan "pernyataan agresif" dari negara-negara NATO telah membawanya untuk menempatkan pasukan pencegah nuklir dalam "rezim khusus tugas tempur."

Baca juga: Pentagon Kaget Terjadi Perlawanan Sengit tak Terduga dari Pasukan Ukraina dalam Invasi Rusia

NBC News memberitakan, Rusia, seperti AS dan NATO, memiliki ribuan hulu ledak nuklir yang dipertahankannya sebagai pencegah serangan.

Langkah itu juga merupakan reaksi terhadap sanksi keuangan yang diumumkan Barat terhadap bisnis Rusia dan orang-orang penting, termasuk Putin sendiri, katanya dalam komentar yang disiarkan televisi.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu dan kepala staf umum militer telah diperintahkan untuk menempatkan pasukan pencegah nuklir dalam apa yang digambarkan sebagai “rezim khusus tugas tempur.”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved